Gunung Api Ile Lewotolok Kembali Alami Erupsi, Wabup Lembata Minta Warga Jangan Panik

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Gunung Api Ile Lewotolok kecamatan Ile Ape kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi.

Wakil bupati Lembata, Thomas Ola Langoday meminta warga kabupaten Lembata untuk tetap tenang.

“Warga harus tetap tenang, jangan panik,” pinta Wakil bupati Lembata Thomas Ola Langoday kepada media ini di rujab wakil bupati, Jumat (27/11/2020).

Dikatakannya, warga sudah dihimbau melalui para kepala desa se-Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur untuk menyampaikan ke masyarakat agar tetap tenang.

“Saya sampaikan ke masyarakat kalau ini gejala alam yang biasa kita alami, jadi tidak perlu panik. Yang punya aktivitas mendaki gunung agar dibatasi dulu dan menjauhi zona-zona bahaya,” terang mantan Dekan Fakultas Ekonomi UNWIRA Kupang ini.

Wakil bupati Lembata juga meminta KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok agar selalu  mengupdate informasi perkembangan erupsi Ile Lewotolok kepada masyarakat.

Sementara, untuk diketahui, erupsi gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata teramati letusan dengan tinggi 500 m dan warna asap kelabu dan hitam, Jumad (27/11).

KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok Stanislaus Ara Kian, A.Md dalam laporannya menjelaskan, visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 500 m di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan, letusan (Jumlah : 1, Amplitudo : 34 mm, Durasi : 120 detik), Vulkanik Dalam (Jumlah : 4, Amplitudo : 3-9 mm, S-P : 0.5-1.5 detik, Durasi : 5-8 detik),Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-3 mm (dominan 2 mm).  Sedangkan aktivitas Ile Lewotolok Level II (Waspada).

Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan diminta agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah G. Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 km dari puncak/pusat aktivitas G. Ili Lewotolok. 

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Related posts