IAKN Kupang Edukasi Bahaya Child Grooming bagi Remaja GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, LABUAN BAJO – Institut Agama Kristen Negeri Kupang melalui Program Studi Pastoral Konseling melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk *“Mengenali dan Mencegah Child Grooming pada Remaja Melalui Pendampingan Pastoral Konseling di Gereja GMIT Jemaat Gunung ZZalmon Labuan Bajo.

Kegiatan ini berlangsung pada 8 dan 10 Mei 2026 di GMIT Jemaat Gunung Zalmongiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja, orang tua, dan pelayan gereja mengenai bahaya child grooming serta pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja di lingkungan gereja.

Pada Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 30 peserta yang terdiri dari orang tua, pendeta, majelis jemaat, dan guru PAR mengikuti sesi khusus mengenai pendampingan pastoral dan perlindungan anak di gereja.

Selanjutnya, pada Minggu, 10 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan 30 peserta remaja dan taruna gereja yang mengikuti sesi edukasi mengenai relasi sehat, bahaya child grooming, dan keterampilan pencegahan.

Ketua tim PkM, Marleny Rambu Riada, menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi yang dilakukan secara bertahap oleh pelaku untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum melakukan eksploitasi.

“Banyak remaja belum memahami bahwa perhatian, hadiah, atau pendekatan tertentu dapat menjadi bagian dari proses grooming. Karena itu gereja perlu hadir sebagai ruang aman yang memberi edukasi dan pendampingan bagi remaja,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Marleny juga membagikan lima pesan utama agar jemaat waspada tanpa harus hidup dalam ketakutan atau kecurigaan berlebihan. Pertama, pelaku bisa saja merupakan orang yang dikenal atau dipercaya.

Kedua, anak perlu diajarkan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan tidak boleh disentuh sembarangan.

Ketiga, orang tua dan gereja harus belajar mempercayai cerita anak karena respons pertama sangat menentukan proses pemulihan korban.

Keempat, korban tidak boleh disalahkan karena grooming merupakan bentuk manipulasi yang dirancang untuk mengecoh korban.

Kelima, jemaat diajak untuk tidak takut mencari bantuan profesional karena pendampingan dan pemulihan tersedia serta efektif dilakukan.

Dalam kegiatan tersebut, Debby Yunita Mada membawakan materi tentang *“Gereja Aman bagi Anak: Pendampingan Gereja untuk Melindungi, Mendengar, dan Memulihkan Remaja”* serta *“Pastoral Konseling bagi Remaja dalam Menghadapi Child Grooming.”*

Materi yang disampaikan berfokus kepada orang tua, pendeta, majelis jemaat, dan guru PAR mengenai pentingnya pelayanan pastoral gereja dalam menjaga martabat, keamanan, dan perlindungan anak sebagai ciptaan Allah yang berharga.

Menurut Debby, gereja memiliki tanggung jawab moral, spiritual, dan sosial dalam mencegah child grooming di lingkungan pelayanan.

“Pelayanan pastoral gereja tidak hanya berbicara tentang pembinaan iman, tetapi juga tentang bagaimana gereja hadir melindungi anak dan remaja dari berbagai bentuk kekerasan dan manipulasi relasi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa gereja perlu membangun sistem perlindungan anak yang nyata dan berkelanjutan.

“Anak membutuhkan perlindungan, bukan hanya pengajaran rohani. Gereja harus menjadi tempat aman di mana remaja merasa didengar, dihargai, dan dilindungi,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Andrian Wira Syahputra menyampaikan materi mengenai *“Mengenal Diri dan Relasi Sehat.”* Ia menekankan pentingnya remaja memahami nilai diri, batasan relasi, serta kesehatan emosional dan spiritual.

“Relasi sehat membuat seseorang merasa lebih baik menjadi dirinya sendiri, bukan merasa lebih kecil, lebih takut, atau lebih terisolasi. Relasi tidak sehat sering dimulai dari hal-hal yang tampak manis, tetapi perlahan menggerus harga diri. Karena itu remaja perlu belajar mengenali polanya sejak awal,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, role-play, dan refleksi iman Kristiani. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi remaja di era digital.

Salah satu peserta pada hari pertama, dr. Gusti Krisnawati Ninu, mengaku sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai seorang dokter, dirinya mengaku sering menangani pasien yang menjadi korban dari relasi yang tidak sehat.

“Saya sangat diberkati dan bersyukur karena berkesempatan menjadi salah satu peserta dalam kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat luar biasa dan penting untuk diketahui banyak pihak, baik orang tua maupun pengurus gereja. Dalam pekerjaan saya sebagai dokter, saya sering menangani pasien yang menjadi korban dari relasi yang tidak sehat, sehingga materi ini sangat relevan dan membuka wawasan kami semua,” ungkapnya.

Ketua Majelis Jemaat Pdt. Hendrik Kudji Rihi juga mengapresiasi kehadiran tim PkM IAKN Kupang yang telah memberikan edukasi penting bagi jemaat.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran tim dari IAKN Kupang. Materi yang diberikan sangat relevan dengan situasi remaja saat ini dan menjadi penguatan bagi gereja dalam melindungi anak dan remaja. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena sangat membantu jemaat memahami persoalan yang sedang dihadapi generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang tanda-tanda grooming, pola manipulasi pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam keluarga dan gereja. Selain itu, gereja dan peserta juga menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan gereja sebagai *safe space* bagi remaja.

Sebagai luaran kegiatan, tim PkM menyusun modul edukasi pencegahan child grooming yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam pembinaan remaja gereja. Tim juga merencanakan publikasi artikel ilmiah dan pengembangan program serupa di gereja-gereja lain di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran gereja terhadap perlindungan anak dan remaja, sekaligus membangun lingkungan yang aman, suportif, dan penuh kasih bagi generasi muda.

Komentar Anda?

Related posts