Kasus E- KTP, TPDI-NTT Minta Melchias Marcus Mekeng Dan Setya Novanto Pidanakan Andi Narogong Cs

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, LARANTUKA -Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur (TPDI-NTT)Meridian Dewanta Dado,SH,meminta Melchias Marcus Mekeng dan Setya Novanto segera pidanakan Andi Agustinus alias Andi Narogong cs atas pencemaran nama baik kedua Politisi asal NTT tersebut.

Melchias Marcus Mekeng dan Setya Novanto dituding telah menerima uang suap proyek pengadaan KTP secara Elektronik (Proyek E-KTP) senilai USD.1.400.000,-, sementara Setya Novanto dituding menerima uang suap senilai Rp. 574 miliar.

Melalui laporan tertulis Meridian Dewanta Dado kepada www.portalntt.com Minggu,(12/03/2017) mengatakan,dengan terungkapnya puluhan nama pihak-pihak dari kalangan Anggota DPR RI,Pejabat Kemendagri dan pihak swasta yang dituding telah menerima uang suap sebagaimana tertuang dalam berkas dakwaan Jaksa KPK-RI atas dua terdakwa kasus Proyek Pengadaan KTP secara Elektronik (Proyek E-KTP) senilai Rp. 5,9 triliun, yakni terdakwa Irman (mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil) dan terdakwa Sugiharto (mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan), maka konsekuensi hukumnya bagi KPK-RI adalah wajib mempertajam bukti-bukti keterlibatan puluhan nama-nama pihak tersebut,sebagai pelaku penerima suap sehingga kelak bisa ditetapkan sebagai tersangka penerima suap atau setidak-tidaknya sebagai tersangka yang turut serta menyalahgunakan kesempatan, sarana dan kewenangan yang ada padanya guna keuntungan diri sendiri yangmerugikan keuangan negara.

“Pengungkapan nama-nama pihak yang dituding selalu penerima aliran uang suap dari orang bernama Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam Proyek E-KTP yang merugikan keuangan negara senilai Rp. 2,3triliun itu pada sisi lain tentu saja membuat pihak-pihak tersebut khususnya yang saat Proyek E-KTP berlangsung menjabat sebagai politisi senayan menjadi kebakaran jenggot dan saat ini masing-masing saling melakukan bantahan-bantahan dihadapan publik yang justru semakin membuat publik malahan tidak mempercayai bantahan-bantahan mereka.”Kata Meridian Dewanta Dado.

Dikatakannya nama-nama para anggota DPR-RI yang diduga menerima uang suap dari Andi Narogong antara lain terdapat dua nama Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan NTT 1 yaitu Melchias Marcus Mekeng yang pada saat Proyek E-KTP menjabat sebagai Ketua Badan AnggaranDPR-RI dan kini selaku Ketua Komisi XI DPR-RI, yang lainnya adalah Setya Novanto dari Daerah Pemilihan NTT 2 yang pada saat Proyek E-KTP menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPR-RI dan kini menjabat sebagai Ketua DPR-RI serta Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dalam dakwaan Jaksa KPK-RI maka Melchias Marcus Mekeng dituding menerima uang suap senilai USD.1.400.000,-, sementara Setya Novanto dituding menerima uang suap senilai Rp. 574 miliar.

“ Terhadap hal itu maka kami selaku warga masyarakat di wilayah NTT yang tentunya merupakan konstituen dari kedua wakil rakyat asal Partai Golkar dimaksud berkepentingan untuk meminta ketegasan dan kejujuran kedua wakil rakyat itu sebab bila tudingan-tudingan aliran uang suap dalam Proyek E-KTP dibiarkan bergulir tanpa klarifikasi yang tegas dan jujur berupa adanya upaya hukum berupa laporan pidana fitnah atau pencemaran nama baik terhadap sang penuding maka kami dan seluruh masyarakat kontituen di wilayah NTT justru bisa saja mempercayai bahwasanya aliran uang suap terhadap Melchias Marcus Mekeng dan Setya Novanto itu disinyalir benar adanya.”Katanya.

Meridian Dewanta Dado melanjutkan,seluruh masyarakat NTT merasa terlukai dengan adanya tudingan-tudingan aliran suap Proyek E-KTP yang ditujukan kepada dua wakil rakyat asal daerah pemilihan NTT tersebut, oleh karenanya untuk mengobati rasa sakit hati masyarakat NTT dan demi membuktikan bahwasanya tudingan-tudingan telah menerima uang suap tersebut adalah tidak benar dan hanya bersifat fitnah maka Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI-NTT) meminta agar Melchias Marcus Mekeng dan Setya Novanto segera mempidanakan Andi Agustinus alias Andi Narogong serta pihak-pihak lainnya dengan pasal-pasal pencemaran nama baik vis Bareskrim Mabes Polri terkait tudingan dan tuduhannya yang telah menyebut MelchiasMarcus Mekeng telah menerima uang suap senilai USD.1.400.000,-, dan menuduh Setya Novanto telah menerima uang suap senilai Rp. 574 miliar. (Ola)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60