Komisi III DPRD NTT Puji Terobosan Manajemen Baru Bank NTT: Perkuat UMKM, Tekan Kredit Macet, dan Percepat Transformasi

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi apresiasi tinggi terhadap berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan manajemen baru Bank NTT.

Dalam rapat perdana bersama Direksi dan Komisaris yang baru dilantik, sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari rencana bisnis ke depan, perkembangan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim, hingga proyeksi laba dan dividen tahun anggaran mendatang.

Anggota Komisi III DPRD NTT dari Fraksi Demokrat, Astria Blandina Gaidaka, menyambut positif semangat pembenahan yang ditunjukkan Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, dan jajaran direksi. Ia menilai terobosan yang dirancang manajemen baru menunjukkan arah transformasi yang jelas, terutama dalam memperkuat pembiayaan kepada sektor UMKM dan memperbaiki kualitas portofolio kredit.

“Kami melihat ada semangat baru yang dibangun oleh Dirut dan jajaran direksi. Terobosan-terobosan ini penting untuk mendorong Bank NTT menjadi lebih sehat dan berdaya saing, terutama dalam mendukung pelaku UMKM di daerah,” ujar Astria usai pertemuan bersama Dirut Bank NTT dan jajaran Direksi, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, keberpihakan pada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi NTT menjadi kunci memperkuat peran Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya penanganan kredit macet secara serius demi menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha bank.

Dalam paparannya, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa manajemen baru saat ini fokus pada pembenahan internal, terutama percepatan penyelesaian kredit bermasalah. Ia juga memastikan telah membentuk tim khusus untuk mempercepat penagihan kredit serta mengawal kualitas kredit agar semakin sehat.

“Kita ingin performance loan bisa diturunkan, dan saya akan membuat respons khusus agar ada tim yang benar-benar fokus menyelesaikan penagihan dan hal-hal lainnya,” ucap Charlie.

Selain mengandalkan kredit konsumtif yang selama ini mendominasi portofolio, Bank NTT akan memperluas pembiayaan ke kredit komersial, khususnya yang mendukung pertumbuhan UMKM. Program prioritas meliputi kredit bagi ibu-ibu pelaku usaha dan pengembangan entrepreneur lokal.

“Kami juga akan melakukan pembenahan agar organisasi lebih ringkas dan tanggung jawab setiap bagian lebih jelas,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Charlie juga memastikan bahwa kerja sama KUB dengan Bank Jatim telah tuntas. Bank Jatim resmi menyetor penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar kepada Bank NTT pada 30 September 2025, menandai finalisasi kerja sama yang telah lama ditunggu.

Untuk tahun buku 2026, Bank NTT menargetkan laba sekitar Rp 262 miliar yang akan dibagikan kepada pemegang saham sesuai porsi masing-masing. Sementara laba kotor tahun 2025 diproyeksikan berada pada kisaran Rp 204 miliar.

DPRD NTT Tekankan Tata Kelola Bersih dan Transparan

Anggota Komisi III DPRD NTT, Filmon Loasana, juga memberikan apresiasi atas keterbukaan dan kesiapan manajemen baru dalam memperbaiki kinerja bank. Ia menilai langkah-langkah strategis tersebut menunjukkan optimisme bahwa Bank NTT akan bertumbuh lebih baik dari sebelumnya.

“Ini merupakan bentuk antusiasme manajemen baru bahwa pertumbuhan Bank NTT ke depan akan lebih baik,” kata Filmon.

Ia menegaskan pentingnya tata kelola yang bersih, transparan, dan sesuai arahan OJK. Dewan juga menyoroti perlunya penegakan disiplin internal agar kasus-kasus korupsi yang pernah mencoreng Bank NTT tidak terulang.

“Orang yang berbuat salah harus diberi punishment yang benar-benar tegas agar kasus-kasus itu tidak berulang terus menerus,” tegasnya.

Filmon menyebut fokus pembenahan internal hingga tahun 2026 sebagai langkah tepat, dan percaya dampak positifnya akan mulai terlihat pada 2027.

Komentar Anda?

Related posts