KUR Rp1 Triliun Siap Digelontorkan, Gubernur NTT: Ini Bukti Nyata Bank NTT Berpihak ke Rakyat!

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Komitmen Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan kembali mendapat sorotan positif.

Tahun ini, Bank NTT akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1 triliun, yang akan difokuskan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan program unggulan daerah, One Village One Product (OVOP).

Dukungan terhadap langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, yang menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bukti nyata keberpihakan Bank NTT kepada masyarakat kecil dan dunia usaha lokal.

“Sejak lama saya sudah minta Bank NTT untuk mengajukan permohonan agar bisa menyalurkan KUR. Meski sebelumnya sempat terkendala karena tingginya rasio kredit bermasalah (NPL), kini prosesnya sudah rampung. Per Juni ini, Bank NTT bisa kembali menyalurkan KUR,” ujar Melki usai acara penutupan Program Bangun Karya di aula rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (4/6/2025) petang.

Gubernur menekankan bahwa akses terhadap pembiayaan murah dan terjangkau adalah syarat utama agar sektor informal dan usaha kecil bisa naik kelas dan mampu bersaing, baik di pasar regional maupun nasional. Karena itu, ia meminta agar semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, turut mendukung dan mengawal penyaluran KUR agar tepat sasaran.

“Kami pastikan prosesnya akan didampingi oleh berbagai lembaga, pemerintah kabupaten/kota, pengusaha, lembaga keagamaan, dan akademisi agar dana ini betul-betul bermanfaat dan bisa dikembalikan dengan baik ke Bank NTT,” jelasnya.

Dorong Produk Lokal dan OVOP

Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan Bank NTT akan diarahkan tidak hanya untuk pembiayaan usaha konvensional, tetapi juga mendukung program One Village One Product (OVOP) yang kini menjadi prioritas pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di NTT.

“KUR ini juga untuk mendukung program One Village One Product (OVOP), yang fokus pada sektor pertanian, kelautan, perikanan, peternakan dan perkebunan,” tambah Gubernur.

Program OVOP merupakan pendekatan pembangunan ekonomi desa berbasis produk lokal, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian desa dan menekan ketimpangan antar wilayah. Dukungan pembiayaan dari Bank NTT diharapkan mampu menjadi katalisator untuk mewujudkan visi tersebut.

Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede menyambut baik KUR Rp1 triliun yang akan disalurkan lewat Bank NTT. Dia berharap pelaku UMKM menerima sebagai berkat.

“Harus gunakan anggaran yang akan dikucurkan itu untuk pengembangan UMKM, sehingga bisa meningkatkan pendapatan,” jelasnya.***

Komentar Anda?

Related posts