PORTALNTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan pengurus DPD serta DPC HKTI se-NTT.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia yang digelar di Hotel Harper Kupang, Minggu 24 Mei 2026. Agenda besar organisasi petani itu direncanakan berlangsung pada 14-15 Juni 2026 dengan konsep kegiatan luar ruangan (outdoor).
Karateker HKTI NTT, Fransiskus C. Teda, mengatakan pelaksanaan kegiatan mengacu pada arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI agar momentum Musda dan pelantikan dikemas lebih terbuka dan melibatkan masyarakat tani secara luas.
“Sesuai arahan dari DPP HKTI, kegiatan ini dirancang dalam konsep outdoor sehingga bisa menghadirkan lebih banyak petani dan kelompok tani untuk terlibat langsung,” kata Karel dalam rapat persiapan.
Ketua panitia pelaksana, Jan Pieter Dj. Windy, mengatakan panitia menargetkan sekitar 3.000 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari para petani dan kelompok tani di wilayah Pulau Timor.
“Target peserta sekitar 3.000 orang. Mereka berasal dari kelompok tani dan para petani dari berbagai daerah di Pulau Timor,” ujarnya.
Menurut Jan Windy, Musda dan pelantikan HKTI NTT tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi petani untuk memperkuat sektor pertanian di daerah.
Sementara itu, panitia pelaksana lainnya, Antonio Patricino Sarmento, mengatakan kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri langsung Ketua Umum HKTI, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI.
“Ketua Umum HKTI Bapak Sudaryono akan hadir langsung dalam kegiatan ini karena momentum ini penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan petani di NTT,” kata Nino Sarmento sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, pelantikan pengurus DPD dan DPC HKTI se-NTT diharapkan menjadi awal penguatan organisasi petani hingga tingkat daerah. HKTI diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan petani dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, akses pupuk, penguatan pasar hasil tani, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
Selain itu, Musda juga diharapkan menghasilkan program-program strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan pertanian di NTT, terutama terkait ketahanan pangan, pengembangan pertanian modern, dan peningkatan kualitas sumber daya petani di daerah.







