
PORTALNTT.COM, MAUMERE – Charles Colmance R. Djoke (28) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD. Ia mengalami sakit pada matanya, takut penglihatannya semakin parah ia pun memeriksakan kondisi matanya ke dokter.
“Saya mengalami sakit pada mata dan saya dirujuk ke rumah sakit untuk mengecek kondisi mata saya. Sebelumnya saya merasa penglihatan saya kabur pada mata sebelah kanan saya. Lalu saya memeriksakan ke puskesmas dan saya dirujuk ke rumah sakit St Elisabet Lela”, ungkap pria yang akrab disapa Charles, Rabu (18/09).
Charles merasa beruntung karena Program JKN membantunya dari segi pembiayaan pengobatannya. Ia pun mengaku tidak mengeluarkan biaya ketika ke puskesmas dan diperiksakan oleh dokter dan mendapat rujukan ke poli mata di rumah sakit. Dokter yang memeriksakan matanya mengatakan bahwa ia mengalami katarak. Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan.
“Saya sudah jadi Peserta JKN jadi semua proses pemeriksaan di puskesmas sampai rumah sakit tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Saya tidak pernah mengeluarkan biaya tambahan karena semua saya ikuti sesuai prosedur. Dari puskemas sampai saya diberikan rujukan ke rumah sakit semuanya berjalan lancar,” tutur Charles.
Charles menceritakan bahwa katarak yang dialaminya menyebabkan ia tidak dapat melihat jelas sekelilingnya dan itu membuat aktivitasnya sehari-hari menjadi terganggu. Kepesertaan JKN yang diperolehnya dari pemerintah yang sebelumnya tidak terpikirkan kini menjadi penyelamat kesehatan matanya dan Charles memiliki harapan untuk dapat melihat normal kembali.
“Saya sebelumnya tidak merasa membutuhkan ini, tapi pas saya sakit mata kemarin, pihak puskesmas menanyakan kepesertaan JKN saya. Kepesertaan saya aktif dan saya langsung dilayani. Setelah ke puskesmas saya diperiksa dokter dan dirujuk ke rumah sakit. Besar harapan saya penglihatan saya dapat normal kembali”, tutur Charles pada saat mengantri untuk diperiksa.
Pengalamannya selama ini, ia merasa sangat puas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Menurutnya pada saat urus administrasi tidak sulit karena ia hanya menunjukkan identitas diri dan langsung dilayani oleh fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar. Dokter dan perawat yang melayaninya di fasilitas kesehatan memberikan informasi yang jelas dan melayaninya dengan profesional.
“Saya sangat puas dengan pelayanan yang saya dapatkan, tidak ada kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan selama ini. Mudah sekali, saya cukup menunjukkan identitas diri saya langsung dilayani. Tidak ada diminta fotocopy kartu BPJS atau administrasi lainnya. Selama ini dokter dan perawat memberikan informasi yang jelas tentang diagnosa sakit yang saya alami dan mereka sangat baik dan ramah”, terang Charles.
Menurut Charles layanan kesehatan kini semakin mudah karena karena adanya berbagai inovasi. Administrasi cepat, mudah diakses dan mendapat pelayanan yang sama dengan pasien lainnya. Adanya Aplikasi Mobile JKN juga sangat membantu peserta karena banyak fitur di dalamnya termasuk pelayanan administrasi dan pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan transformasi mutu layanan yaitu mudah, cepat dan setara.
“Saya merasakan sendiri pelayanan kesehatan kini semakin mudah. Saya merasa terbantu dengan adanya Program JKN. Kalau dulu mungkin peserta sibuk menyiapkan fotocopy administrasi, sekarang tidak sama sekali. Pokoknya Program JKN benar-benar bagus,” tutur Charles.
Di akhir perbincangan Charles mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkannya menjadi peserta JKN. Sehingga ia bisa mengobati matanya dan Charles memiliki harapan untuk penglihatannya agar normal kembali. Ia juga berharap Program JKN ini tetap ada hadir ditengah-tengah masyarakat.
“Saya berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mendaftarkan saya menjadi peserta JKN. Saya berobat tanpa mengeluarkan biaya, saya berharap mata saya bisa kembali normal. Untuk Program JKN semoga hadir terus menjamin kesehatan seluruh masyarakat”, tutup Charles. (si)







