Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, PORTALNTT.COM – Peristiwa duka menyelimuti warga Dusun Telunulu, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Seorang warga bernama Patance Mbau (31) dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di Pantai Tasilo, Sabtu dini hari hingga siang hari (31/1/2026).
Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu diketahui pergi melaut bersama beberapa warga lainnya untuk mencari ikan saat air laut pasang surut. Kegiatan tersebut dimulai sejak sekitar pukul 00.10 Wita.
Menurut keterangan para saksi, rombongan pencari ikan tiba di Pantai Tasilo sekitar pukul 01.00–01.30 Wita dan mulai masuk ke laut dengan kedalaman sebatas lutut orang dewasa. Setibanya di lokasi, mereka kemudian membagi diri ke dalam dua kelompok dan menyusuri arah pantai yang berbeda.
Sekitar pukul 05.00 Wita, sebagian anggota rombongan mulai mengakhiri aktivitas dan kembali ke tepian. Namun, saat berkumpul, korban Patance Mbau tidak terlihat bersama rombongan lainnya. Awalnya, para saksi menduga korban masih berada di laut dan akan segera menyusul. Hingga pukul 06.10 Wita, sebagian warga memutuskan pulang ke rumah, sementara seorang saksi tetap bertahan di pantai untuk menunggu korban.
Kekhawatiran mulai muncul ketika hingga pukul 08.00 Wita korban tak kunjung muncul, sementara air laut mulai pasang. Titik terang muncul sekitar pukul 09.00 Wita, saat seorang petani rumput laut menemukan senter dan keranjang penampung ikan tradisional di areal barat Pantai Tasilo. Setelah dicek, barang-barang tersebut dipastikan milik korban.
Penemuan tersebut langsung memicu upaya pencarian besar-besaran. Sekitar pukul 10.00 Wita, warga bersama keluarga korban menggunakan satu perahu utama yang dibantu sekitar 10 perahu bermesin lainnya untuk menyisir perairan mulai dari barat Pantai Tasilo hingga Pantai Tongga, Kecamatan Rote Barat. Setelah dilakukan pencarian dan penyelaman oleh warga dan Tim SAR, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita dalam kondisi tenggelam di dasar laut di perairan Pantai Tongga, Desa Mbueain. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke darat dan
Sekitar pukul 13.40 Wita, jenazah korban tiba di rumah duka dan disemayamkan.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum (VER) terhadap jenazah, disertai dengan surat pernyataan resmi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit bawaan yang belum sempat diperiksakan secara medis, meskipun tidak kambuh dalam dua tahun terakhir. Selain itu, lokasi tempat korban mencari ikan dikenal warga setempat sebagai wilayah dengan arus bawah laut yang kuat, sehingga kerap dihindari nelayan saat kondisi pasang surut.
Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri Laniardi Pah, SH saat dikonfirmasi media ini memberikan himbauan agar masyarakat pelaut juga perlu waspada terhadap perubahan cuaca dan arus laut guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama di lokasi yang dikenal memiliki arus berbahaya,” Ucap Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri Laniardi Pah, SH.
Untuk diketahui, lokasi dimana korban mencari ikan, merupakan lokasi dengan arus bawah laut yang kuat dan sering dihindari oleh para nelayan setempat saat mencari ikan pada waktu air laut pasang surut.







