Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Komitmen kuat untuk melindungi keselamatan ibu dan bayi kembali ditegaskan oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk. Di tengah keterbatasan tenaga dokter spesialis kandungan di daerahnya, orang nomor satu di Kabupaten Rote Ndao itu memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi rujukan pasien bersalin ke Kupang menggunakan pesawat dalam kondisi darurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Rote Barat Daya pada Senin (9/3/2026), sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang khawatir terhadap keselamatan ibu bersalin ketika cuaca buruk menghambat pelayaran kapal menuju Kupang.
Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menghadapi situasi darurat kesehatan, khususnya bagi ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat di rumah sakit rujukan.
“Memang tiket pesawat sekarang mahal sekali, kecuali kita (pemerintah) subsidi. Kita taruh uang APBD di sana (maskapai) lalu kemudian kita dapat tiket murah,” ungkap Bupati Paulus Henuk di hadapan peserta Musrenbang.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam setiap penerbangan tersedia dua kursi khusus bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dapat dimanfaatkan masyarakat jika terjadi keadaan darurat medis.
“Kalau dalam keadaan darurat biasanya disiapkan dua seat untuk Bupati dan Wakil Bupati. Jadi kalau kami tidak pakai lalu ada masyarakat dalam keadaan darurat, mestinya bisa dipakai itu. Bidang Pemkes segera koordinasi kerja sama dengan maskapai,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut dengan apresiasi masyarakat yang hadir. Kebijakan itu dinilai sebagai langkah cepat dan solutif dari pemerintah daerah untuk menjawab persoalan kesehatan yang sedang dihadapi masyarakat.
Diketahui, dalam dua bulan terakhir Kabupaten Rote Ndao belum memiliki dokter spesialis kandungan. Namun Bupati Paulus Henuk memastikan pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan menyurati Pemerintah Provinsi NTT serta Kementerian Kesehatan guna mempercepat penempatan dokter spesialis kandungan di daerah paling selatan Indonesia tersebut. Saat ini, proses rekrutmen juga telah dibuka.
Tidak hanya itu, dalam forum Musrenbang tersebut Bupati juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi fasilitas kesehatan di desa. Ia menyoroti bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Oebafok yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Menurutnya, usulan pembangunan gedung baru sudah masuk dalam perencanaan Dinas Kesehatan dan akan diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara terkait aspirasi pembangunan Puskesmas baru di wilayah Thie Timur yang melayani sekitar 10 desa di Kecamatan Rote Barat Daya, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang fokus menuntaskan proses peningkatan status desa persiapan menjadi desa definitif.
Langkah tersebut nantinya akan berdampak pada pemekaran Kecamatan Rote Barat Daya menjadi dua kecamatan baru, yang otomatis diikuti dengan penambahan berbagai fasilitas pelayanan publik, termasuk puskesmas, pustu, serta pembangunan kantor camat baru.
“Semua persyaratan untuk desa persiapan menjadi desa definitif sudah kita penuhi. Sekarang kita hanya menunggu verifikasi faktual dari Kementerian Dalam Negeri,” jelas Bupati.
Kehadiran Bupati Paulus Henuk dalam Musrenbang tersebut didampingi oleh Wakil Bupati Apremoy Dudelusi Dethan bersama sejumlah pimpinan OPD. Forum perencanaan pembangunan itu juga dihadiri Kapolsek Rote Barat Daya, Kepala Puskesmas Batutua, para kepala desa dan BPD se-Kecamatan Rote Barat Daya, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga perwakilan penyandang disabilitas.
Kebijakan membuka akses rujukan darurat menggunakan pesawat ini dinilai sebagai bukti kepemimpinan responsif Bupati Paulus Henuk dalam memastikan keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama di Kabupaten Rote Ndao, meski di tengah keterbatasan sumber daya kesehatan.







