Program JKN-KIS Selalu Dampingi Selesta Obati Diabetes

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Selesta Oro Bere (48) merupakan salah satu penderita penyakit Diabetes Melitus yang merupakan penyakit kronis dikarenakan tingginya kadar gula darah dari batas normal.

Selesta begitu sapaan akrabnya menyampaikan selama menghadapi penyakitnya tersebut, dirinya selalu didampingi oleh program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan pemerintah pusat sejak tahun 2019 lalu.

“Bulan Juni lalu, kaki kanan saya dioperasi karena bengkak akibat penyakit gula darah. Sebelumnya, saya merasa sangat kesakitan seperti ada duri kecil yang tertusuk di kaki saya. Karena rasa sakit yang tidak kunjung hilang, saya akhirnya pergi ke puskesmas. Di sana barulah dokter memberi informasi bahwa gula darah saya mencapai 400 mg/dL,” ujarnya.

Selesta yang bertempat tinggal di Desa Kabuna Kabupaten Belu ini bersyukur dengan hadirnya BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS, dirinya tidak perlu memikirkan biaya pengobatan di fasilitas kesehatan ketika ia sakit. Pada saat operasi dan lanjut dirawat inap di rumah sakit selama satu minggu, Selesta mengakui tidak ada iur biaya yang harus dikeluarkannya.

“Saya juga selalu menaati anjuran dokter untuk selalu menjaga pola makan dengan baik dan tidak berlebihan dengan mengonsumsi jagung, beras merah, talas dan juga brokoli. Dokter juga menganjurkan jika mau minum teh bisa menggunakan gula khusus penderita diabetes,” tuturnya.

Saat ini, Selesta sangat patuh melakukan suntik insulin yang dijamin juga oleh BPJS Kesehatan. Penyuntikan insulin dilakukannya setiap hari pada jam 7 pagi, 12 siang, 6 sore, dan 9 malam. Karena kondisi Selesta yang semakin membaik, penyuntikan insulin untuk saat ini cukup dilakukan pada jam 7 pagi dan 9 malam.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah karena sudah mendaftarkan dan mejamin saya serta keluarga sebagai peserta JKN-KIS. Saya tidak tahu lagi kalau seandainya saya belum menjadi peserta JKN-KIS, mungkin saya tidak berani untuk berobat ke fasilitas kesehatan,” tutupnya. (PN)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60