PORTALNTT.COM, KUPANG – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar wadah menyalurkan minat dan bakat, melainkan ruang pembelajaran yang efektif untuk membentuk karakter, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kolaborasi mahasiswa.
Menurut Prof Jefri, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh indeks prestasi akademik, tetapi juga oleh kualitas karakter, ketangguhan mental, dan kemampuan beradaptasi yang ditempa selama menjalani kehidupan di kampus.
Pesan tersebut disampaikan Prof Jefri saat memberikan arahan kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2026–2027 yang baru dilantik di Ruang Rapat Lantai III Rektorat Undana, Kamis (16/7/2026).
Di hadapan para mahasiswa, Prof Jefri mengatakan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik (hard skill), tetapi juga memiliki soft skill yang mumpuni, seperti kemampuan memimpin, berpikir kritis, bekerja dalam tim, berkomunikasi secara efektif, hingga menyelesaikan persoalan.
“Hard skill memang penting, tetapi soft skill memiliki bobot yang sama besar. Pengalaman menunjukkan bahwa pembentukan soft skill paling efektif diperoleh melalui aktivitas bersama sesama mahasiswa, baik di organisasi, tingkat fakultas, maupun berbagai kegiatan di luar ruang kuliah,” ujarnya.
Ia menilai organisasi kemahasiswaan merupakan laboratorium kehidupan yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, membangun kerja sama, mengelola perbedaan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi bekal berharga ketika mahasiswa memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Selain mengembangkan kepemimpinan, Prof Jefri berharap organisasi mahasiswa juga menjadi ruang yang mampu meningkatkan literasi, memperkuat kesehatan mental, serta menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual.
“Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pemimpin, tetapi juga membangun mental yang kuat, memperluas wawasan, serta membentuk karakter dan kepribadian yang utuh. Lulusan Undana harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan akademik, ketangguhan mental, integritas, dan karakter yang baik,” katanya.
Meski demikian, Prof Jefri mengingatkan agar keaktifan berorganisasi tidak menggeser tanggung jawab utama mahasiswa sebagai insan akademik. Ia meminta seluruh mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik sehingga prestasi akademik tetap terjaga.
“Jangan sampai terlalu sibuk berorganisasi hingga melupakan kuliah. Organisasi dan akademik harus berjalan seimbang. Pertahankan IPK yang baik, selesaikan studi tepat waktu, sambil terus memperkaya pengalaman kepemimpinan dan kemampuan sosial,” tegasnya.
Lebih jauh, Prof Jefri menyebut organisasi sebagai tempat terbaik untuk membangun ketahanan mental. Dalam proses berorganisasi, mahasiswa akan terbiasa menghadapi kritik, perbedaan pandangan, hingga dinamika pengambilan keputusan yang tidak selalu sesuai harapan.
“Mental yang kuat lahir ketika seseorang mampu menerima kritik, menghargai perbedaan pendapat, dan tetap menjunjung sikap saling menghormati. Pengalaman seperti inilah yang akan membentuk pribadi yang matang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof Jefri juga menegaskan bahwa pimpinan Undana selalu membuka ruang dialog bagi mahasiswa. Ia mempersilakan mahasiswa menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi sebagai bagian dari budaya akademik yang sehat dan demokratis.
Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara santun, mengedepankan dialog, serta tidak dilakukan dengan cara-cara yang anarkis maupun destruktif.
“Kami tidak pernah menghalangi mahasiswa untuk berpikir kritis ataupun menyampaikan pendapat. Pintu komunikasi selalu terbuka. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan melalui dialog. Menyampaikan aspirasi adalah hak mahasiswa, tetapi lakukan dengan cara yang bermartabat, damai, dan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Menutup arahannya, Rektor Undana Prof Jefri mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum untuk membangun kapasitas diri secara utuh. Baginya, perguruan tinggi bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin setiap lulusan Undana tidak hanya dikenal karena kecerdasannya, tetapi juga karena karakter, kepemimpinan, integritas, dan kemampuannya membawa manfaat bagi banyak orang. Itulah lulusan yang ingin terus kami lahirkan,” pungkasnya.







