PORTALNTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt pada Rabu, 23 Maret 2026 lalu menerima kunjungan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride, bersama perwakilan NIHI lainnya di ruang kerjanya.
Pada kunjungan ini, James menyampaikan tentang rencana pengembangan NIHI sebagai salah satu “magnet” pariwisata premium di NTT, termasuk ekspansi ke Pulau Rote, yang dinilai memiliki potensi besar dengan panorama bahari eksotis, namun memiliki beberapa kendala salah satunya akses menuju lokasi wisata.
NIHI juga berkomitmen menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat lokal melalui rencana pendirian akademi perhotelan di Pulau Rote. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing dan terserap dalam industri pariwisata.
Kunjungan ini menuai banyak kontra terutama di media sosial instagram melkilakalena.official dikarenakan NIHI Sumba disebut memiliki cabang Hotel NIHI Rote, yang dibangun di sekitar Pantai Oemau atau yang dikenal dengan nama Pantai Bo’a di pesisir barat Rote.
Pembangunan NIHI Rote yang dikembangkan oleh PT. Bo’a Development tersebut diprotes warga setempat, karena menurutnya pembangunan ini menutup dua jalan publik menuju pantai. Aksi protes ini diunggah ke media sosial pada Januari tahun lalu. Akibatnya, warga yang diketahui bernama Erasmus Frans Mandato tersebut, harus berhadapan dengan tuntutan hukum.
Komentar yang membanjiri media sosial pribadi tersebut, menuding Gubernur NTT mengabaikan kepentingan masyarakat, kriminalisasi masyarakat, dan mengeksploitasi masyarakat.
Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Gubernur Melki menegaskan sengketa hukum yang bersangkutan, silahkan berproses melalui kamar hukum.
“Urusan sengketa hukum yang bersangkutan, silakan berproses melalui kamar hukum sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Sebagai Gubernur, tentu menerima semua pihak yang berkunjung dan ingin diskusi membangun NTT siapa saja, sesuai waktu kami yang tersedia,” tegasnya Kamis, 2 April 2026.
Pengembangan pariwisata, menurut Gubernur, tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memastikan keterlibatan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, sejalan dengan arah pembangunan daerah.







