PORTALNTT.COM, KUPANG – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026 Bank NTT yang berlangsung di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026), menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait penguatan tata kelola dan restrukturisasi manajemen perusahaan.
Forum yang dihadiri para pemegang saham serta kepala daerah se-Nusa Tenggara Timur itu menyepakati penunjukan Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT. Revi yang sebelumnya berkarier di Bank Jatim dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan dan diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal perusahaan.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengatakan penunjukan tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi Kelompok Usaha Bersama (KUB) antara Bank NTT dan Bank Jatim.
“Dengan pengalaman yang dimiliki selama kurang lebih 30 tahun di dunia perbankan, kami optimistis yang bersangkutan dapat memperkuat fungsi kepatuhan sekaligus mendorong peningkatan kinerja perusahaan,” kata Melki dalam konferensi pers usai RUPS.
Dalam keputusan itu, Revi menggantikan Christofel S. M. Adoe yang diberhentikan dengan hormat dari jabatan Direktur Kepatuhan.
Selain membahas posisi direksi, RUPS juga mengevaluasi struktur organisasi perusahaan secara menyeluruh, termasuk penguatan jajaran komisaris.
Manajemen Bank NTT menyebutkan Revi Adiana Silawati telah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5/2026).
Selain pergantian direksi, para pemegang saham juga menyepakati usulan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan, sebagai Komisaris Independen Bank NTT.
Kehadiran komisaris independen dinilai penting untuk memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
RUPS juga menekankan pentingnya transformasi kelembagaan di tubuh Bank NTT agar mampu meningkatkan daya saing di industri perbankan nasional, sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Melalui keputusan tersebut, para pemegang saham berharap Bank NTT dapat tampil lebih profesional, adaptif, dan solid dalam menghadapi tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif.







