Penulis: Daniel Timu
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Komitmen untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih terus ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Capt. Mesak Bailao, A.Md., M.Mar., yang secara rutin setiap bulan terus mengganti Bendera Merah Putih yang berkibar di Titik Nol Ujung Selatan Indonesia, tepatnya di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.
Kegiatan yang dilakukan secara konsisten selama 2 tahun terakhir itu bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan menjadi simbol penghormatan terhadap identitas bangsa sekaligus bentuk kepedulian agar Bendera Merah Putih selalu berkibar dalam kondisi layak di salah satu titik terluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Capt. Mesak Bailao, Bendera Merah Putih bukan hanya lambang negara, tetapi juga simbol pengorbanan para pahlawan, persatuan bangsa, dan harga diri Indonesia. Oleh karena itu, bendera yang telah kusam atau rusak sudah sepatutnya diganti agar tetap mencerminkan kehormatan bangsa di mata masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung.
“Titik Nol Ujung Selatan Indonesia merupakan salah satu wajah Indonesia. Karena itu, sudah selayaknya bendera Merah Putih selalu berkibar dengan gagah, bersih, dan layak sebagai simbol kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Capt. Mesak Bailao, Anggota Komisi I DPRD Rote Ndao.
“Sudah 2 tahun ini saya tetap rutin ganti bendera disana setiap bulan. Pokoknya kalo sudah rusak, saya pasti ganti bendera baru. Ini juga bentuk kecintaan kita pada Negara. Semoga hal sederhana ini bisa tumbuhkan jiwa nasionalisme kita, terutama bagi generasi muda.” Lanjut Capt. Mesak Bailao, memotivasi.
Ia berharap, aksi sederhana tersebut mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai tanah air dan menghormati simbol-simbol negara. Menurutnya, nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga lewat tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.
“Titik Nol kan selalu dikunjungi wisatawan, banyak yang datang dari luar Rote. Kalo mereka datang dari luar terus liat bendera disitu rusak dan robek, kita sebagai warga Rote jadi malu juga,” tutup Capt. Mesak Bailao.
Selain menjadi ikon geografis Indonesia bagian selatan, kawasan Titik Nol di Desa Dodaek itu juga memiliki nilai strategis sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaan Bendera Merah Putih yang selalu terawat menjadi salah satu daya tarik sekaligus pengingat bahwa Indonesia hadir dan berdiri kokoh hingga di wilayah paling selatan.
Melalui aksi rutin mengganti Bendera Merah Putih setiap bulan, Capt. Mesak Bailao yang juga Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Rote Ndao itu berharap semangat nasionalisme terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi teladan bahwa menjaga kehormatan Merah Putih merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa, di mana pun berada.







