PORTALNTT.COM, KUPANG – Pemasangan lampu jalan di kawasan Taman Nostalgia (Tamnos) kembali menuai sorotan. Sejumlah tokoh masyarakat, salah satunya dari Kelurahan Lasiana, menilai kebijakan tersebut tidak tepat sasaran karena masih banyak wilayah perbatasan Kota Kupang yang hingga kini minim penerangan jalan.
Tokoh masyarakat Lasiana, Danny S. A. Mooy, menegaskan bahwa pemerintah seharusnya lebih peka terhadap kebutuhan warga di daerah pinggiran dan perbatasan.
“Kami di Lasiana, juga warga di perbatasan lain, masih banyak jalan yang gelap gulita. Ironis sekali kalau pusat kota mendapat lampu berlebih, sementara kami di luar pusat kota dibiarkan tanpa penerangan,” ujarnya pada PortalNTT, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, keberadaan lampu di Tamnos justru cenderung bersifat estetika dan bukan kebutuhan mendesak. Sementara itu, warga perbatasan sangat membutuhkan penerangan jalan demi keamanan dan kenyamanan aktivitas malam hari.
“Kami bukan menolak pembangunan di Tamnos, tapi pemerintah harus adil dalam melihat kebutuhan. Keamanan warga di perbatasan jauh lebih penting daripada sekadar mempercantik taman kota,” tegas ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Lasiana.
Ia juga meminta DPRD Kota Kupang untuk ikut mengawasi penggunaan anggaran agar lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat banyak, bukan sekadar proyek yang hanya menonjolkan sisi keindahan kota.
“Kalau bicara manfaat, tentu lampu jalan di perbatasan jauh lebih mendesak. Pemerintah harus segera meninjau kembali kebijakan ini agar tidak menimbulkan ketidakadilan sosial,” pungkasnya.







