PORTALNTT.COM, MAUEMERE – Berbagai upaya telah dilakukanpemerintah pusat maupun daerah untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC). Dengan capaian cakupan kesehatansemesta maka seluruh masyarakat terjamin biayakesehatannya. Masyarakat dapat mengakses kebutuhanpelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kehadiran Program JKN Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan akses masyarakat terhadappelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial. Sudah banyak masyarakat yang merasa terbantu denganhadirnya Program JKN. Salah satunya yaitu Leonardo Lado Lako (54), warga Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata yang sudah merasakan langsung manfaatsebagai peserta JKN.
“Saya sehari-hari bekerja sebagai petani. Saya bersyukurkarena saya dan anggota keluarga sudah menjadi peserta JKN. Kami memperoleh kepesertaan setelah perangkat desamendata kami dan lapor ke dinas sosial. Kami dapatkepesertaan gratis setelah didaftarkan oleh PemerintahKabupaten Lembata,” ungkap Leo pada Selasa (13/08).
Leo dan keluarga selalu memanfaatkan Program JKN untukmengakses layanan kesehatan ketika sakit dan harus berobat. Saat ini ia sedang dirawat di RS St. Damian Lewoleba. Iatengah dirawat karena diagnosa gejala sakit paru-paru kotor. Leo sangat bersyukur bahwa kepesertaan JKN yang dibantupemerintah membantunya dalam mengobati sakitnya. Iamengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun karena semuaditanggung Program JKN.
“Saya saat ini didiagnosa gejala sakit paru-paru kotor. Dengankondisi finansial saya yang pas-pasan, saya benar-benarbersyukur pengobatan saya ditanggung Program JKN. Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, apalagi saya dan keluarga berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saya sangat berterima kasih karena sudah jadi peserta JKN yang didaftarkan dan dibiayai oleh Pemerintah KabupatenLembata,” tutur Leo.
Leo dan keluarga sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Ia pun berterima kasih atas bantuan PemerintahKabupaten Lembata yang mendaftarkan dirinya dan keluarga. Ia mengaku bukan hanya satu kali ini saja menggunakanProgram JKN dalam mengakses layanan kesehatan. Istri dan anak-anaknya pun sering berobat di Puskesmas tempatmereka terdaftar. Ia mengaku sangat terbantu karena tidakpernah mengeluarkan biaya ketika berobat.
“Bukan hanya saya saja tetapi juga anggota keluarga lainnya. Kami semua sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan kami merasa sangat terbantu. Bahkan kami sering menggunakanuntuk berobat di Puskesmas dan kami tidak pernah keluarbiaya,” ujar Leo.
Selain Leo, peserta PBI APBD lainnya juga memberikankesaksian manfaat telah terdaftar sebagai peserta JKN. Iaadalah Bernardetha Darinel (69), seorang peserta JKN PBI APBD Kabupaten Sikka. Darinel mengaku rutin berobatdengan Program JKN. Di masa tuanya Darinel mengakusering berobat di fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar. Darinel mengaku senang karena pemerintah mendaftarkannyamenjadi peserta JKN sehingga ia tidak lagi mengeluarkanbiaya berobat.
“Saya bersyukur telah terdaftar menjadi peserta Program JKN dengan bantuan pemerintah. Saya sering berobat kolesterol, darah tinggi dan asam urat di Puskesmas. Saya puas layanandi Puskesmas sangat baik. Saya tidak merasa sulit mengaksespelayanan kesehatan. Saya juga tidak keluar biaya ketikaberobat,” tutur Darinel.
Darinel mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkannya menjadi peserta JKN. Keberadaanprogram ini menjawab kebutuhan akses layanan kesehatanyang mudah dijangkau oleh masyarakat dan membantu darisegi biaya kesehatan.
“Saya sehari-hari bekerja sebagai pekebun. Orang desamendata saya dan saya dapat bantuan pemerintah. Selamasaya mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas semuagratis. Saya puas karena pelayanan kesehatan di sana baik. Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka karena telah mendaftarkan saya sebagai peserta JKN,” kata Darinel.
Di tempat berbeda, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha mengatakanbahwa pemerintah beserta jajarannya berkomitmen dalamkeberlangsungan Program JKN. Ketiga kabupaten di wilayah kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Maumere telahmencapai UHC dengan capaian persentase rata-rata di atas 95 %. Arie pun sangat mengapresiasi upaya pemerintahkabupaten dalam menjaga cakupan kepesertaan serta selaluberkomitmen membayar iuran secara rutin dan tepat waktu.
“Pemerintah Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata telah memperoleh gelar UHC. Hal inimenjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaminkesehatan masyarakatnya. Keberadaan Program JKN yang dibuat oleh pemerintah benar-benar mempermudah layananakses kesehatan kepada masyarakat dan meringankan dalamhal biaya pengobatan. Keberhasilan ini adalah milik bersamadan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat setempat,” tutur Ari. (ta/SI)







