Undana dan Universitas Khairun Bangun Aliansi Akademik, Perkuat Riset dan Inovasi dari Indonesia Timur

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Tantangan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia tidak lagi dapat dijawab oleh satu perguruan tinggi saja. Kolaborasi antarkampus dinilai menjadi kunci untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta memastikan hasil riset memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat itulah yang mewarnai pertemuan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Khairun dalam agenda benchmarking sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Rektor Lantai II Gedung Rektorat Undana, Kupang, Rabu (1/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi kedua perguruan tinggi untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, hingga penguatan tata kelola kelembagaan.

Delegasi Universitas Khairun dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Hasan Hamid, M.Si., bersama jajaran pimpinan fakultas dan lembaga. Mereka diterima Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., yang mewakili Rektor Undana. Turut hadir Wakil Rektor IV Prof. Philiphi De Rozari dan Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi.

Mewakili Rektor Undana, Prof. Annytha mengatakan kolaborasi antarkampus merupakan kebutuhan strategis di tengah perubahan cepat dunia pendidikan tinggi.

Menurut dia, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta beradaptasi dengan transformasi digital dan internasasionalisasi.

“Di era reformasi pendidikan tinggi, tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu strategi penting agar perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Prof Annytha menegaskan, penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan menjadi komitmen bersama untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menilai Undana dan Universitas Khairun memiliki banyak kesamaan sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan timur Indonesia. Kesamaan karakter wilayah, tantangan pembangunan, hingga kebutuhan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi modal untuk saling bertukar pengalaman.

“Kita memiliki tantangan yang hampir sama. Karena itu, kita bisa saling belajar mengenai pengelolaan perguruan tinggi, pengembangan akademik, maupun inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” katanya.

Menurut Prof Annytha, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai program bersama yang berdampak langsung terhadap pembangunan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Khairun, Dr. Hasan Hamid, mengatakan kerja sama antarkampus menjadi salah satu cara memperkuat daya saing perguruan tinggi.

Ia menilai riset yang dilakukan perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus mampu melahirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kolaborasi penelitian menjadi sangat penting. Hasil riset harus menghasilkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi,” ujarnya.

Hasan mengungkapkan kunjungan ke Undana menjadi kesempatan bagi Universitas Khairun untuk mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan.

Salah satu yang menarik perhatian delegasi ialah keberadaan rumah sakit pendidikan milik Undana yang dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran.

“Undana sudah memiliki rumah sakit pendidikan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami karena kami masih dalam tahap pengembangan,” katanya.

Menurut Hasan, berbagai pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mempercepat pengembangan Universitas Khairun, terutama dalam memperkuat kualitas akademik dan tata kelola kelembagaan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi De Rozari, memperkenalkan arah pengembangan Undana yang disesuaikan dengan karakteristik Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah kepulauan dan lahan kering.

Ia menjelaskan, kondisi geografis tersebut mendorong Undana menetapkan lahan kering kepulauan sebagai salah satu fokus unggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Prof Philiphi, tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga pembangunan sosial ekonomi masyarakat menjadi isu strategis yang harus dijawab melalui riset dan inovasi.

Selain itu, Undana terus mengembangkan berbagai bidang unggulan seperti peternakan, pertanian, kelautan, kesehatan, serta pelestarian budaya lokal yang menjadi kekuatan khas NTT.

Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2045.

“Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan memiliki kepercayaan diri untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Prof Philiphi menambahkan, kekayaan alam dan budaya NTT, mulai dari potensi kelautan, pariwisata, hingga tenun ikat yang memiliki corak berbeda di setiap daerah, merupakan modal besar yang perlu dikembangkan melalui riset agar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui kemitraan tersebut, Undana dan Universitas Khairun berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan inovasi, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan.

Kolaborasi itu sekaligus menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi di Indonesia Timur memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Komentar Anda?

Related posts