Undana di Persimpangan Strategis: Prof Jefri Bale Dorong Persatuan Untuk Akselerasi Akademik

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, JAKARTA – Suasana hangat dan penuh keakraban mengiringi malam pertama Prof. Dr. Ir. Jefri Semuel Bale, ST., M.Eng sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) usai resmi dilantik oleh Sekjen Kemendiktisaintek, Senin (8/12/2025).

Dalam acara syukuran di Senayan Park, Prof Jefri menyampaikan pesan penting: Undana hanya akan maju bila semua elemen bergandengan tangan.

Di hadapan para pimpinan dan senior-senior Undana yang turut hadir, termasuk tiga mantan rektor. Prof Umbu Datta, Prof Fred Benu, dan Prof Maxs Sanam, Prof Jefri memulai sambutannya dengan ucapan syukur dan terima kasih yang mendalam. Ia tidak lupa menyebut orang tua, istri, dan kedua anaknya sebagai sumber kekuatan selama perjalanan karier akademiknya.

Kehadiran para mantan rektor menjadi momen emosional bagi Prof Jefri. Ia mengenang perjalanan panjangnya bersama mereka. Dari Prof Umbu Datta, ia mendapatkan banyak nasihat dan nilai keteladanan. Dari Prof Fred Benu, ia menerima didikan keras namun membentuk karakter kepemimpinannya. Dan dari Prof Maxs Sanam, ia memperoleh kepercayaan besar, terutama ketika diangkat sebagai Wakil Rektor IV meski usianya masih sangat muda kala itu.

“Banyak orang ragu karena usia saya. Tetapi Prof Maxs adalah sosok yang sudah selesai dengan dirinya, sehingga ia memberi ruang dan dukungan tanpa syarat,” kata Prof Jefri dengan nada penuh hormat disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Prof Jefri menegaskan komitmennya untuk memimpin Undana secara inklusif. Ia ingin memastikan bahwa setiap program studi, fakultas, dan kelompok civitas akademika merasa mendapat ruang yang sama.

“Jangan ada lagi yang menyebut bahwa saya hanya rektor FST. Saya rektor untuk seluruh Undana. Saya butuh dukungan semua pihak, karena amanah empat tahun ke depan tidak bisa saya pikul sendiri,” tegasnya.

Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dr Hamzah Wulakada, Prof Apris Adu, dan Prof Melkisedek Taneo, tiga tokoh yang menurutnya menjadi “penuntun jalan” selama proses pemilihan hingga pelantikan.

Menutup sambutannya, Prof Jefri kembali mengajak seluruh civitas akademika untuk melangkah bersama.

“Hari ini semua proses pemilihan selesai. Yang ada di depan kita adalah tugas besar membangun Undana. Saya mohon dukungan penuh. Mari kita bekerja, berlari, dan bertumbuh bersama,” pungkasnya.

Ajakan Menutup Perbedaan dan Melangkah Bersama

Senada dengan itu, Prof Maxs U. E. Sanam menegaskan bahwa perbedaan yang terjadi selama proses pemilihan bukanlah hambatan, melainkan energi pendorong bagi kemajuan Undana.

“Perbedaan itu wajar sampai menimbulkan gesekan. Bahkan gesekan menghasilkan energi yang membuat kita bergerak lebih jauh. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk menutup semua perbedaan dan kembali bersatu,” ujarnya.

Prof Maxs menyebut Prof Jefri sebagai sosok muda yang sudah teruji kemampuannya. Ia berharap program-program strategis Undana dapat dilanjutkan dan diperkuat, serta hal-hal yang kurang diperbaiki secara bijak dan terbuka.

“Rangkul semua potensi. Undana punya SDM unggul di semua lini. Tugas rektor adalah memastikan semua potensi itu bergerak bersama,” pesannya.

Pelantikan Prof Jefri Bale menjadi penanda babak baru bagi Undana. Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman kepemimpinan sejak usia muda, serta hubungan yang baik dengan para senior, ia diharapkan menjadi motor penggerak transformasi universitas terbesar di NTT itu.

Turut hadir dalam acara syukuran, Anggota DPR RI, Esthon Foenay dan Gavriel Novanto. Wali Kota Kupang, Christian Widodo, Anggota DPRD NTT, An Kolin, Ridwan Angsar dan Robert Lambila.

Acara makin semarak dengan penampilan Igo Idol yang membawakan lagu-lagu merdu menghibur seluruh undangan yang hadir.

Komentar Anda?

Related posts