PORTALNTT.COM, KUPANG – Panitia Lokal Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (Panlok SNBT) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar rapat koordinasi final guna mematangkan kesiapan teknis dan operasional menjelang pelaksanaan ujian yang dijadwalkan mulai 21 April 2026. Rapat ini memfokuskan pada sinkronisasi kerja antarbidang demi menjamin kelancaran ujian bagi ribuan peserta di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (15/4/2026), Drs. Raynold A. Ludji Nguru, M.Si., menekankan pentingnya percepatan distribusi personel. Ia menginstruksikan agar penetapan anggota panitia di setiap lini koordinasi segera dituntaskan agar persiapan di lapangan berjalan optimal sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Kesiapan Infrastruktur Digital dan Navigasi Lokasi
Dari aspek teknis, panitia memastikan bahwa perangkat utama seperti sistem komputer, stabilitas jaringan, dan perangkat ujian berbasis digital telah siap digunakan. Maxi Charles Talaen, S.T., M.Si., dalam penyampaiannya, menjelaskan bahwa pengecekan berkala pada suplai daya cadangan (genset) juga telah dilakukan.
“Fasilitas utama sebagian besar sudah siap. Saat ini kami sedang melakukan penyempurnaan pada detail-detail kecil seperti pemasangan penunjuk arah dan partisi ruang ujian guna kenyamanan peserta,” jelas Maxi.
Menariknya, tahun ini panitia menyediakan sistem navigasi ganda bagi peserta. Selain denah fisik yang dipasang di titik strategis seperti gerbang utama kampus, panitia juga menyediakan denah digital berbasis peta (maps) yang dapat diakses peserta secara daring. Inovasi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko keterlambatan peserta akibat kesulitan menemukan lokasi ruang ujian.
Dukungan Medis dan Pengamanan Ketat
Kesiapan operasional juga mencakup layanan kesehatan dan keamanan. Tim medis melaporkan bahwa stok obat-obatan umum dan armada ambulans telah siaga di lokasi ujian. Dari sisi keamanan, seluruh petugas akan dibekali prosedur pengamanan ketat, termasuk penggunaan pemindai logam (metal detector) untuk mencegah potensi kecurangan.
Terkait kebijakan efisiensi, panitia melakukan penyesuaian pada struktur tenaga pendukung dan dokumentasi. Koordinator Humas SNPMB 2026, Ollien Manggol, SKM., MPA.,CRA, menyatakan bahwa meski terdapat keterbatasan sumber daya manusia kehumasan, dokumentasi kegiatan akan tetap dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjamin transparansi informasi publik.
Evaluasi Digital dan Kepatuhan Anggaran
Sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan, Undana akan menerapkan mekanisme evaluasi berbasis digital. Seluruh peserta diwajibkan mengisi kuesioner daring usai mengikuti ujian. Data dari kuesioner ini akan menjadi rujukan penting bagi panitia dalam mengevaluasi dan meningkatkan standar pelaksanaan SNBT di masa mendatang.
Panitia menegaskan bahwa seluruh langkah operasional, mulai dari penambahan personel hingga pengadaan logistik, tetap mengacu pada regulasi keuangan yang berlaku. Dengan persiapan yang kian matang, Undana optimistis pelaksanaan SNBT 2026 akan berjalan tertib, aman, dan akuntabel sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan pusat.







