Undana Siapkan 4 Prodi Baru, dari Kedokteran Gigi hingga Profesi Notaris

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Kampus negeri terbesar di wilayah tersebut kini tengah mempersiapkan pembukaan empat program studi baru yang dinilai strategis bagi kebutuhan sumber daya manusia di daerah.

Empat program studi yang diusulkan yakni S1 Kedokteran Gigi, S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Apoteker, dan Pendidikan Profesi Notaris.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si, mengatakan pihak universitas telah mengajukan pembukaan program studi tersebut kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

“Empat program studi ini sudah kami ajukan dan saat ini sedang dalam proses penilaian oleh kementerian,” ujar Prof. Annytha saat ditemui wartawan di Kupang, Jumat (6/3/2026).

Prodi Kesehatan Butuh Persiapan Ketat

Menurutnya, membuka program studi di bidang kesehatan bukan perkara sederhana. Berbeda dengan program studi di bidang sosial atau humaniora, prodi kesehatan membutuhkan investasi besar, terutama pada fasilitas laboratorium, ruang praktik, hingga peralatan medis yang harus memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran.

Karena itu, Undana saat ini sedang menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk memastikan ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi spesialis.

“Prodi Kedokteran Gigi dan Keperawatan membutuhkan fasilitas dengan standar yang sangat ketat. Kami memastikan seluruh instrumen, mulai dari ruang praktik hingga tenaga pengajar, memenuhi persyaratan pemerintah dan konsil kedokteran,” jelasnya.

Ia menyampaikan hal tersebut di sela kegiatan penandatanganan kerja sama antara Universitas Nusa Cendana dan YKPAI di Kupang.

Jawab Kekurangan Dokter Gigi di NTT

Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi menjadi salah satu fokus utama universitas. Pasalnya, rasio dokter gigi dibanding jumlah penduduk di Nusa Tenggara Timur masih jauh dari ideal.

Melalui program studi ini, Undana berharap dapat mencetak lebih banyak tenaga medis dari putra-putri daerah yang nantinya siap mengabdi di berbagai wilayah, termasuk puskesmas di daerah terpencil.

Program studi tersebut nantinya akan berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana.

Kurikulum Disesuaikan dengan Kondisi Daerah

Tak hanya menyiapkan sarana fisik, Undana juga merancang kurikulum yang adaptif terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan seperti NTT.

Pendekatan ini dilakukan agar para lulusan nantinya memiliki kemampuan klinis yang relevan dengan tantangan nyata di lapangan.

Saat ini, proses pengajuan pembukaan prodi baru tersebut telah memasuki tahap verifikasi dokumen dan peninjauan lapangan oleh tim asesor dari kementerian.

“Kami tidak sekadar ingin membuka prodi baru. Yang kami bangun adalah pusat pendidikan kesehatan yang bermutu, dengan fasilitas yang memadai demi menjamin keselamatan pasien di masa depan melalui tangan para lulusan kami,” kata Prof. Annytha.

Jika seluruh proses berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan pemerintah, kehadiran empat program studi baru ini akan semakin memperkuat posisi Undana sebagai salah satu rujukan utama pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur, sekaligus membantu memperkuat sistem layanan kesehatan daerah melalui penyediaan tenaga profesional yang kompeten.

Komentar Anda?

Related posts