Viral Video Adu Mulut Bidan di Puskesmas Feapopi, Ada Dugaan Diskriminasi dan Jadwal Jaga Yang Dipaksakan

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM – Jagat media sosial kembali diguncang oleh sebuah video viral berdurasi 14 detik di grup Facebook ANAK ROTE ANTI KORUPTOR yang memperlihatkan cekcok adu mulut antara dua orang bidan dalam agenda rapat internal Puskesmas Feapopi, Kec. Rote Tengah.

Video yang viral sejak Sabtu (31/1/2026) itu di posting oleh akun yang disamarkan atau Peserta Anonim, menuai sorotan luas publik lantaran membuka dugaan persoalan serius dalam tata kelola internal pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.

Dalam video yang beredar luas itu, tampak seorang bidan meluapkan kekesalan yang diduga karna adanya indikasi pemaksaan jadwal jaga kepada bidan dan perawat tanpa mengacu pada aturan yang berlaku. Adu argumen berlangsung panas, bahkan terkesan emosional, seolah mencerminkan akumulasi tekanan yang sudah lama dipendam.

Lebih memprihatinkan, informasi yang diperoleh media ini dari salah seorang Nakes (Tenaga Kesehatan) mengemuka dugaan perlakuan diskriminatif secara personal. Sejumlah pegawai dan bidan disebut kerap dipaksa menjalani jadwal jaga berlebihan, sementara pegawai lain diduga mendapat perlakuan berbeda.

Salah seorang Nakes yang enggan disebutkan namanya menjelaskan pada media ini bahwa Plt. Kepala Puskesmas Feapopi bersama Bidan Koordinator dan juga Kepala Tata Usaha terkesan sesuka hati mengatur jadwal jaga bagi para Nakes.

“Bidan yang tugas di Pustu dan yang jaga di poli KIA/KB sonde di haruskan ikut shift di VK (persalinan), sedangkan perawat yang tugas di Pustu maupun yang pelayanan di poli umum di wajibkan shift pagi, siang, malam di VK (persalinan),” jelas seorang Nakes Puskesmas Feapopi pada media ini.

“Lebih parahnya lagi bidan PNS tidak di suruh jaga di VK (persalinan), tapi hanya jaga di Pustu dan poli KIA/KB saja dan malah yang jaga di VK (persalinan) itu bidan sukarela yang tidak punya legalitas (Surat izin Praktek kebidanan/SIP-B) untuk melayani pasien,” lanjut Nakes tersebut, menjelaskan.

Sementara itu, Plt. Kepala Puskesmas Feapopi, Esther D Lian, S.Tr. Keb. saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada, Selasa (3/2/2026) membenarkan adanya cekcok antar sesama bidan di Puskesmas Feapopi pada 31 Januari 2026 lalu.

“Benar pada tgl 31 Januari 2026 terjadi perselisihan personal/ masalah pribadi namun saat itu juga saya sebagai kepala puskesmas sudah langsung menindaklanjuti persoalan itu dan semua sudah damai jadi tidak ada persoalan lagi dan pelayanan juga sudah berjalan sesuai tugas dan tanggungjawab,” jelas Esther Lianz, Plt. Kepala Puskesmas Feapopi.

Terkait dengan adanya dugaan pembagian jadwal jaga di Puskesmas Feapopi, Esther Lian membantah hal tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya sudah mengatur tugas dan pembagian kerja Nakes sesuai dengan analisis beban kerja.

“Perlu saya pertegaskan bahwa terkait pembagian tugas kerja itu tidak benar, Krn saya sebagai pimpinan sudah mengatur tugas dan pembagian kerja tenaga kesehatan sesuai dengan analisis beban kerja. Sehingga semua pekerjaan itu sudah sesuai dengan jam kerja masing-masing nakes di puskesmas,” Jelas Plt. Kepala Puskesmas Feapopi.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Puskesmas Feapopi juga menjelaskan bahwa hari ini (3/2/2026) ada kunjungan dari pengurus IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kab. Rote Ndao ke Puskesmas Feapopi namun menurutnya kunjungan tersebut tidak ada kaitannya dengan video viral cekcok antar bidan itu.

Video viral tersebut membuat publik pun mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao untuk tidak menutup mata dan Evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Plt Kepala Puskesmas Feapopi.

Komentar Anda?

Related posts