Warga Desa Faifua Geger, Seorang Remaja Ditemukan Gantung Diri

  • Whatsapp
banner 468x60

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Seorang Remaja laki-laki berusia 16 tahun berinisial IL, warga Desa Faifua, Kec. Rote Timur ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon.

Peristiwa naas yang dialami IL pada, Selasa (26/10/2021) ini diduga kuat adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh IL sendiri menggunakan seutas tali nilon berwarna kuning.

Sesuai dengan informasi press release dari Kasubbag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu. Anam Nurcahyo, menjelaskan bahwa peristiwa memilukan itu berawal saat Ibunda korban, Bellandina Martinus pergi bekerja di pantai Mo’i pada Selasa pagi jam 06.00 (WITA).

Namun sekitar jam 10.00, saat kembali ke rumah korban tidak terlihat di rumah. Ibunya berpikir kalau korban sedang bermain dengan teman temannya. kemudian Ibunya pun mengajak adik korban untuk pergi membeli ikan di Desa Papela.

Sekembalinya dari Desa Papela pada sekitar pukul 11.30, korban saat itu belum juga ada di rumah hingga Ibunya pun merasa khawatir dan mulai mencari Korban di sekitar rumah namun korban tidak ditemukan. Kemudian Ibunda korban memutuskan untuk mencari Korban ke dalam hutan Sutulai, dikarenakan Korban kalau ada permasalahan di rumah maka korban sering pergi menyendiri di dalam hutan.

Dalam perjalanan ke hutan Sutulai, ibu korban bertemu dengan saudara Gerson Balama yang sementara bekerja pelester rumah milik salah satu warga, dan selanjutnya ia bertanya tentang keberadaan Korban, namun saksi menjawab bahwa dirinya tidak melihat Korban. Kemudian Ibu korban melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan Sutulai yang jaraknya ± 200 Meter dari tempat kerja Gerson Balama.

Setelah sampai didalam hutan Ibu korban sangat terkejut mendapati korban yang pada saat itu tidak mengenakan baju sementara tergantung di pohon Faloak dengan seutas tali Nilon berwarna kuning. Melihat kejadian tersebut ibu korban langsung memotong tali yang dipakai korban untuk gantung diri menggunakan sebilah parang yang di pegangnya, tindakan itu dilakukan karena saat itu mengira Korban masih hidup.

Setelah memotong tali dan saat itu korban terjatuh baru dia mengetahui kalau Korban sudah tak bernyawa, dan dengan spontan langsung berteriak minta tolong. Hingga akhirnya kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Rote Timur. Setelah mendapat informasi terkait hal tersebut, Tim Identifikasi Sat Reskrim dari Polres Rote Ndao langsung bergerak dan tiba di TKP pada Pukul 14.54 (WITA) dan langsung melakukan olah TKP.

Setelah dilakukan oleh TKP, atas permintaan keluarga selanjutnya Korban dievakuasi ke rumahnya, sambil menunggu kedatangan Tenaga Medis dari Puskesmas Eahun. Dan setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh Dokter dari Puskesmas Eahun, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan meninggal 4 sampai 5 jam sebelum ditemukan.

Untuk diketahui bahwa pihak keluarga menerima kematian korban sebagai peristiwa takdir Tuhan, dan membuat surat pernyataan penolakan outopsi jenazah serta tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *