PORTALNTT.COM, KUPANG – Atmosfer panas mewarnai proses seleksi Komisaris dan Direksi Bank NTT, usai keputusan mengejutkan dari calon Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, yang resmi mengundurkan diri dari pencalonannya.
Keputusan ini memicu berbagai reaksi keras, salah satunya datang dari Bupati Kupang, Yosef Lede.
Dalam pernyataannya kepada media, Bupati Yosef tak menahan kritik pedas terhadap langkah Yohanis.
“Dengan sukarela dia (Yohanis) mau mundur. Berarti dia tidak sanggup menjalankan tugas ke depan sebagai Dirut Bank NTT,” tegas Yosef pada media di Kantor Bupati Kupang, Kamis (6/6/2025).
Diakui Yosef keputusan itu harus tetap dihormati. Meskipun bertentangan dengan keputusan RUPS Luar Biasa Bank NTT.
“Kita Harus hormati, hak pribadi Yohanis Landu Praing sebagai wujud kesadaran Pribadi dengan jujur, bahwa dirinya tidak sanggup menjalankan tugas sebagai Direktur Utama Bank NTT,” kata Bupati Kupang mengulangi pernyataannya.
Sikap kritis Bupati Yosef Lede ini mencerminkan kekhawatiran atas stabilitas kepemimpinan di lembaga keuangan milik daerah tersebut. Ia juga menyebut bahwa proses seleksi Direksi dan Komisaris masih sementara tahapan fit and proper tes di OJK.
“Hasilnya akan disampaikan dalam RUPS,” tandas mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini.
Yosef Lede juga menambahkan terkait spekulasi posisi Yohanis Landu Praing untuk mengisi salah satu jabatan Direksi tidak serta merta langsung menduduki posisi itu tapi harus melalui mekanisme keputusan RUPS.
“Semua tergantung pemegang saham. Hasil Fit dari OJK juga menentukan,” tegasnya.







