21 dari 35 Voter Kongres PSSI NTT Tiba di Kupang, Desak Kongres Tetap Digelar 7 November 2026

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Sebanyak 21 dari total 35 voter atau pemilik hak suara Kongres Biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) telah tiba di Kupang, Kamis 5 November 2027,menjelang pelaksanaan kongres yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026.

Kedatangan para voter tersebut sekaligus menegaskan sikap mereka yang meminta agar kongres tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan tidak mengalami penundaan.

Para pemilik hak suara itu menilai, seluruh tahapan kongres harus berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan. Mereka juga meminta agar setiap keputusan terkait perubahan jadwal disampaikan secara terbuka dan melalui mekanisme organisasi yang jelas.

Sikap tersebut muncul di tengah polemik perubahan jadwal kongres yang sebelumnya telah memicu keberatan dari sejumlah anggota Asprov PSSI NTT.

Bagi para voter, kepastian jadwal sangat penting untuk menjamin hak seluruh anggota dalam menentukan kepemimpinan organisasi sepak bola di NTT.

Selain menolak penundaan, mereka juga meminta PSSI Pusat melakukan evaluasi terhadap posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI NTT.

Mereka menilai pergantian Plt diperlukan untuk menjaga independensi dan netralitas penyelenggaraan kongres, terutama karena Plt Ketua saat ini disebut sebagai salah satu kandidat dalam pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT.

Soroti Minimnya Informasi Resmi

Persoalan transparansi komunikasi juga menjadi sorotan sejumlah anggota yang mengaku belum memperoleh pemberitahuan resmi terkait perubahan jadwal kongres.

Perwakilan Klub Flores United, Fransiskus G. Mita, mengaku belum menerima surat resmi mengenai perubahan jadwal tersebut. Ia juga menyebut tidak ada informasi terkait perubahan itu yang disampaikan melalui grup komunikasi anggota.

Hal senada disampaikan perwakilan Nirwana 04 Nagekeo, Natalis Indra Mere Yua. Ia mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan resmi maupun informasi mengenai perubahan jadwal melalui grup komunikasi.

Bahkan, ketika mencoba menanyakan kepastian informasi tersebut, pihaknya justru hanya dikirimkan tautan berita.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme komunikasi panitia kepada para anggota, mengingat perubahan jadwal kongres merupakan keputusan penting yang berkaitan langsung dengan agenda dan hak pemilik suara.

Mereka berharap setiap keputusan strategis organisasi disampaikan secara resmi, terbuka, dan dapat diakses oleh seluruh anggota agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Para voter berharap PSSI Pusat dapat mengambil langkah bijaksana dengan memastikan seluruh proses kongres berjalan sesuai aturan, menjunjung tinggi prinsip transparansi, independensi, dan demokrasi organisasi.

Dengan telah hadirnya 21 voter di Kupang, mereka menegaskan komitmen untuk mengikuti kongres dan meminta agenda pemilihan Ketua Asprov PSSI NTT tetap dilaksanakan pada 7 November 2026.

Bagi mereka, kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang harus menghormati hak suara anggota serta menjunjung tinggi prinsip fair play, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam tata kelola organisasi sepak bola.

Komentar Anda?

Related posts