Anita Gah Gandeng Kemenpekaraf/Baparekraf Selenggarakan Bimtek Subsektor Desain Produk Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Anggota DPR RI Komisi X, Anita Jacoba Gah bersama mitra kerjanya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Subsektor desain produk bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Kupang, bertempat di Gereja GMIT Kharisma Penfui, Rabu (29/3/2023).

Jemmy Alexander, Ketua Tim Pokja II Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam sambutannya mengatakan bimtek ini bertujuan memajukan produk-produk atau karya-karya pelaku ekonomi kreatif.

Jemmy Alexander, Ketua Tim Pokja II Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

“Kita harapkan setelah pelatihan ini para peserta bisa memanfaatkan material sekitar atau material alami yang bisa dijadikan kemasan-kemasan yang ramah lingkungan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Jemmy Alexander.

Anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, mengatakan sebagai mitra kerja Kemenparekraf/Baparekraf, merasa bersyukur karena bimtek bisa diselenggarakan di Kota Kupang, karena diakuinya kesempatan seperti ini tentu tidak mungkin bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia, dikarenakan dengan kondisi anggaran dana yang ada.

Anita Jacoba Gah, anggota DPR RI, Fraksi Partai Demokrat.

“Saya selaku anggota komisi X terus mendorong Pak Menteri untuk melakukan terobosan-terobosan yang baik untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Dan terobosan itu harus didukung oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui kebijakan anggaran,” ungkap Anita Gah, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat.

Diakuinya, Provinsi NTT sebagai salah satu daerah yang masuk kategori miskin, membutuhkan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk bisa bangkit bersama karena ada banyak program-program pemberdayaan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat.

“Bimtek ini adalah salah satu peluang bagaimana mendesai suatu kemasan yang ramah lingkungan. Nanti akan dijelaskan oleh narasumber, sebenarnya hal-hal sederhana dalam kehidupan di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk didesain menjadi kemasan-kemasan yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi,” kata anggota DPR RI empat periode ini.

Untuk itu, Anita Gah mengharapkan para peserta Bimtek bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sehingga, materi yang disampaikan dapat bermanfaat dan diaplikasikan nanti di kehidupan nanti.

“Kami juga memberikan dukungan bagi para pelaku ekonomi kreatif yang ingin mengembangkan usahanya dengan dukungan dana bekerjasama dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Bantuan anggaran itu mulai dari Rp 10-50 juta. Bapak, Ibu, peserta bimtek nanti bisa kasih proposal, berkoordinasi dengan dinas pariwisata Kota Kupang, akan kami bantu,” tandas Anita Gah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Getha mengatakan jumlah UMKM yang terdata saat ini berjumlah 287.

“Khusus untuk desain produk yang terdata pada dinas pariwisata Kota Kupang baru 7,” ungkap Josefina.

Diakuinya, antusias para pelaku UMKM di Kota Kupang yang memiliki kemampuan inovasi dan kreatifitas desain produk sanggat tinggi. Pemkot berbangga dan memberikan dukungan dibantu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kita di Kota Kupang punya bahan lokal yang bisa dimaksimalkan desain produknya. Ada Gula lempeng yang masih dikemas dalam plastik. Semoga dengan pelatihan ini menambah wawasan kami untuk mengembangkan desain kemasan yang menarik dan ramah lingkungan,” kata Josefina.

Sementara itu, Sugeng Untung selaku narasumber dalam pemaparan materinya memberikan pelatihan-pelatihan pembuatan kemasan menggunakan bahan yang sederhana tapi memberikan kesan mewah dan memiliki nilai jual tinggi.

“Ini ada kertas biasa warna coklat yang kalau dibeli di Shopee harganya murah banget dan dalam satu kemasan jumlahnya ada 250 buah. Lalu kita akan kasih desain berupa logo, yang nanti saya akan bantu bagi yang ingin mendesain sesuai selera,” sebut Sugeng sambil menunjukkan kemasan yang telah dibuatnya dan disambut tepuk tangan meriah dari peserta bimtek.

Menurut Sugeng, untuk mendesain sebuah kemasan dibutukan melakukan riset sederhana tentang kebutuhan dan selera dari target pemasaran.

“Kita harus mendesain kemasan tergantung selera dari calon konsumen. Hal itu perlu dilakukan agar produk kita bisa laku terjual,” tandasnya. (Jefri Tapobali)

Komentar Anda?

Related posts