PORTALNTT.COM, KUPANG – Mantan pemain terbaik El Tari, Umbu Yogar, berharap momentum pemilihan kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat menjadi kesempatan untuk mendorong pembaruan dan memperkuat fondasi sepak bola daerah.
Menurut Umbu Yogar, kedua figur yang mencuat dalam bursa kepemimpinan Asprov PSSI NTT, yakni Christian Mboeik dan Fernando Soares, memiliki kelebihan masing-masing. Namun, ia menilai perubahan yang berorientasi pada kemajuan sepak bola NTT perlu menjadi perhatian bersama.
“Kalau saya melihat, kedua-duanya bagus. Pak Chris bagus, Pak Nando juga bagus. Namun, yang paling penting adalah kita membutuhkan perubahan,” kata Umbu Yogar pada Wartawan, Rabu (28/10/2026).
Ia menilai kehadiran figur muda dapat menjadi energi baru untuk mendorong pembenahan organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan pemain sepak bola di NTT.
Menurut dia, perubahan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menyangkut komitmen untuk membangun tata kelola organisasi yang terbuka, transparan, dan berorientasi pada kepentingan sepak bola.
Umbu Yogar berharap kepengurusan Asprov PSSI NTT ke depan mampu menjadikan keterbukaan sebagai prinsip dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Dengan demikian, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari klub, pelatih, pemain hingga pengurus sepak bola di kabupaten dan kota, dapat berkontribusi dalam membangun sepak bola NTT.
Pembinaan pemain perlu berkelanjutan
Selain pembenahan organisasi, Umbu Yogar menyoroti pentingnya kesinambungan pembinaan pemain. Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi seperti El Tari Memorial Cup (ETMC) merupakan salah satu ruang untuk melihat dan mengukur potensi pemain lokal.
Namun, potensi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui sistem pembinaan yang terencana agar kemampuan pemain tidak berhenti berkembang setelah kompetisi berakhir.
“Ketika pemain tampil di El Tari, kita bisa melihat kemampuan mereka. Akan tetapi, setelah itu harus ada kelanjutan. Jangan sampai pembinaan terputus begitu saja,” ujarnya.
Ia berharap Asprov PSSI NTT dapat membangun sistem pendataan pemain yang terintegrasi sehingga talenta-talenta dari berbagai daerah dapat teridentifikasi dengan baik.
Basis data tersebut, menurut Umbu Yogar, dapat memuat profil, posisi bermain, kemampuan, serta rekam jejak pemain. Informasi itu akan membantu klub maupun pihak yang berkepentingan dalam menemukan pemain potensial dari NTT.
“Basis data pemain itu sangat penting. Ketika ada klub dari luar daerah yang mencari pemain, kita sudah memiliki informasi tentang pemain-pemain potensial,” katanya.
Ia menambahkan, sepak bola saat ini telah berkembang menjadi industri yang memberikan peluang ekonomi bagi pemain. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada partisipasi dalam kompetisi, tetapi juga perlu memperhatikan perkembangan kemampuan dan keberlanjutan karier pemain.
Umbu Yogar berharap Asprov PSSI NTT memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan talenta lokal, termasuk menciptakan jalur yang memungkinkan pemain berprestasi memperoleh kesempatan tampil di tingkat yang lebih tinggi.
Berharap sepak bola NTT menembus tingkat nasional
Bagi Umbu Yogar, kemajuan sepak bola NTT membutuhkan kerja bersama. Perubahan kepemimpinan perlu diikuti dengan program nyata, pembinaan yang konsisten, serta dukungan dari klub dan seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap figur yang nantinya mendapat kepercayaan memimpin Asprov PSSI NTT mampu merangkul berbagai elemen sepak bola dan menjadikan kepentingan pemain sebagai salah satu prioritas utama.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan tata kelola yang semakin baik, ia optimistis sepak bola NTT memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Harapan kita, sepak bola NTT bisa semakin baik dan pemain-pemain kita mendapat kesempatan untuk berkembang sampai ke tingkat nasional,” kata Umbu Yogar.
Ia berharap momentum pergantian kepengurusan menjadi awal yang baik bagi sepak bola NTT, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk membawa sepak bola daerah menuju masa depan yang lebih baik.







