Asuransi AXA Mandiri di Rote Ndao Diduga Ingkar Janji, Nasabah Merlince Adu Sebut Telah Jadi Korban Penipuan

  • Whatsapp


PORTALNTT.COM, KUPANG
 – Kasus dugaan ingkar janji oleh perusahaan asuransi kembali mencuat. Kali ini datang dari keluhan seorang nasabah, Merlince Adu, yang menuding Asuransi AXA Mandiritidak melakukan pembayaran klaim pengobatan yang telah ia ajukan sesuai prosedur.

Merlince Adu, warga asal Rote Ndao, mengaku telah menjadi nasabah AXA Mandiri sejak Maret tahun 2024. Ia menceritakan bahwa selama ini rutin membayar premi dengan harapan mendapat perlindungan ketika membutuhkan biaya pengobatan. Namun, kenyataan justru berbalik ketika ia mengajukan klaim.

“Saat awal mereka datang ke saya ajak untuk gabung di asuransi AXA Mandiri. Ibu Indri dan salah satu pegawai asuransi. Mereka menjelaskan kalau asuransi akan mengcover biaya pengobatan nasabah baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ungkap Merlince Adu kepada PORTALNTT.COM, Senin (3/11/2025).

Pada bulan April dirinya melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Siloam Kupang. Setelah itu, semua hasil pemeriksaan beserta bukti pembayarannya telah diserahkan ke pihak asuransi agar diklaim.

“Jumlah pembayaran di Siloam Kupang, Rp 10.941.000. Tapi mereka tidak membayar klaim yang saya ajukan,” ungkapnya.

Selanjutnya Ia melakukan pengobatan di Penang, Malaysia, bulan Juli tahun 2025. Semua hasil pemeriksaan dan bukti pembayaran juga telah diajukan namun menurut pihak asuransi tidak bisa membayar.

“Biaya pengobatan di Penang, totalnya Rp 100 juta lebih,” ungkap Marlince.

Merlince menuturkan, dirinya mengalami sakit dan membutuhkan biaya perawatan cukup besar. Berdasarkan polis asuransi yang ia miliki, AXA Mandiri seharusnya menanggung sebagian besar biaya tersebut. Namun, klaim yang ia ajukan justru ditolak.

“Saya kecewa sekali. Kalau memang tidak bisa dari awal harus sampaikan, jangan tipu nasabah dengan janji manis di awal. Kami bayar premi tiap bulan, tapi begitu butuh malah ditolak,” tambahnya dengan nada kesal.

Selain itu, Merlince juga mengaku sudah menghubungi layanan nasabah AXA Mandiri, namun tidak mendapatkan jawaban memuaskan.

“Asuransi penipu. Ini sudah seperti permainan,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Asuransi AXA Mandiri belum memberikan tanggapan resmi atas pengaduan yang disampaikan oleh Merlince Adu.

Kasus seperti ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap layanan perusahaan asuransi yang dianggap tidak transparan dalam proses klaim. Beberapa pengamat keuangan menilai, perlu ada pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar praktik-praktik yang merugikan nasabah tidak terus terjadi.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari pihak AXA Mandiri. Sementara itu, Merlince Adu berharap agar kasus yang menimpanya dapat menjadi pelajaran bagi nasabah lain untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam memilih produk asuransi.

Komentar Anda?

Related posts