Banyak Manfaatnya, Ketua Ikatan Bidan Kabupaten Belu Ajak Pasien Jadi Peserta JKN-KIS

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ATAMBUA – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan. Berbagai macam manfaat telah dirasakan oleh peserta Program JKN-KIS.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai badan penyelenggara program JKN-KIS memberikan pelayanan yang komprehensif dan lengkap untuk seluruh peserta JKN-KIS.

Read More

banner 300250

Mengingat menjadi peserta Program JKN-KIS merupakan kewajiban setiap Warga Negara Indonesia, maka semakin hari semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mendaftarkan diri sebagai peserta Program JKN-KIS.

Salah satunya Beatriana Aplonia Erwin (48), saat ditemui pada, Rabu (19/02) di sela kesibukkannya di pagi hari mengurus pasien.

Ia adalah seorang bidan yang bertugas di Ruang Anggrek RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD ini menceritakan sedikit pengalamannnya menjadi peserta program JKN-KIS dan selama bertugas melayani pasien peserta Program JKN-KIS.

“Saya sendiri pernah memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat saya harus dirawat di rumah sakit akibat keracunan makanan, mungkin dalam keadaan tidak fit dan saat itu Hemoglobin (Hb) saya 5,6 dan harus ditranfusi sebanyak 6 kantong darah,” ujar Beatriana.

Beruntung saat itu ia selalu membawa kemanapun Kartu JKN-KIS miliknya.

“Pada saat kejadiaan itu, kondisi saya sudah setengah sadar dan saya meminta teman saya untuk mengambil KTP dan Kartu JKN-KIS di dalam tas saya. Segala administrasi diurus oleh teman – teman saya dan memang saat itu saya sangat terbantu sebagai peserta program JKN-KIS. Selama di rawat juga tidak ada biaya tambahan yang saya keluarkan, obatnya lengkap dan tidak ada kendala apapun selama proses administrasi sampai saya keluar rumah sakit,” tambah Beatriana.

Tidak sampai di situ, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Belu ini selalu berbagi pengalamannya terkait manfaat menjadi peserta Progran JKN-KIS dan merupakan sebuah kewajiban untuk mengajak pasien yang ia temui untuk mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS.

“Di sini banyak sekali pasien peserta Program JKN-KIS, pernah ada pasien yang dirawat di sini, keadaannya sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang, saat itu saya tanya apakah punya kartu JKN-KIS atau tidak, pasien tersebut menjawab punya tetapi sudah lama tidak membayar iurannya. Saat itu saya langsung anjurkan untuk melunasi tunggakan tersebut dan bersyukur peserta tersebut mau melunasi. Ada juga pasien yang belum menjadi peserta, saya selalu anjurkan untuk segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS karena sangat membantu sekali di saat kita membutuhkan pelayanan kesehatan, karena apabila kita sehat, kita bisa membantu peserta lain yang sedang sakit melalui iuran yang kita bayarkan. Karena sehat itu mahal, jadi menjaga kesehatan itu merupakan nilai yang sangat berharga,” ucap Beatriana.

Menurutnya dengan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS merupakan cerminan masyarakat yang taat akan regulasi pemerintah. Ia juga berharap Program JK-KIS ini dapat berlanjut dan dapat terus membantu masyarakat banyak. (Red)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *