PORTALNTT.COM, KUPANG – Enam puluh empat tahun bukan sekadar penanda usia bagi PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Di balik perjalanan panjang itu, bank milik pemerintah daerah tersebut terus berupaya meneguhkan jati dirinya sebagai mitra pembangunan yang tumbuh bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Semangat itu dirangkum dalam tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank NTT, “Bersama Menuju Puncak”. Tema tersebut bukan hanya menjadi slogan perayaan, melainkan menggambarkan arah transformasi Bank NTT untuk membangun layanan perbankan yang semakin modern, memperkuat perekonomian daerah, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan mengusung tagline “Melayani Lebih Sungguh”, Bank NTT kini hadir di seluruh 22 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jaringan layanannya membentang dari Kota Kupang hingga Rote Ndao, dari Pulau Sumba hingga Alor, memastikan akses layanan keuangan dapat dinikmati masyarakat tanpa dibatasi oleh letak geografis.
Bagi Bank NTT, pemerataan layanan keuangan bukan sekadar strategi bisnis, melainkan bagian dari komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah.
Komitmen itu kembali terlihat pada tahun 2026 ketika Bank NTT melanjutkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sempat mengalami penghentian. Tahun ini, Bank NTT kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp350 miliar kepada sekitar 3.450 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di NTT.
Penyaluran KUR tersebut menjadi salah satu langkah nyata Bank NTT dalam memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui akses pembiayaan yang lebih luas, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas usahanya, serta membuka lapangan kerja baru.
Di sisi lain, Bank NTT juga terus mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Transformasi itu diwujudkan melalui peluncuran Dashboard Monitoring Pemerintah Daerah, E-Retribusi, QRIS, dan NTT Bank Mobile, yang mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus memperluas kemudahan transaksi keuangan.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa Bank NTT tidak ingin tertinggal dalam perkembangan teknologi. Sebaliknya, bank daerah ini berupaya menghadirkan layanan digital yang mampu bersaing, tanpa meninggalkan perannya sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan jajaran direksi saat ini, Bank NTT menempatkan tiga agenda besar sebagai fondasi transformasi perusahaan, yakni memperkuat tata kelola perusahaan yang profesional, mempercepat transformasi digital, serta memperluas dukungan terhadap pengembangan UMKM.
Ketiga agenda tersebut diyakini menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Bank NTT di tengah dinamika industri perbankan yang terus berubah.
Lebih dari itu, tema “Bersama Menuju Puncak” menjadi filosofi yang menggambarkan cara Bank NTT membangun masa depan. Puncak yang dimaksud bukan semata-mata pertumbuhan bisnis atau peningkatan laba, tetapi terwujudnya kemandirian ekonomi daerah, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, serta hadirnya layanan perbankan yang semakin inklusif hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur.
Bank NTT meyakini bahwa cita-cita tersebut tidak mungkin dicapai sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, nasabah, dan seluruh masyarakat NTT agar pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Karena itu, transformasi yang dijalankan Bank NTT tidak hanya berfokus pada modernisasi teknologi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Melalui langkah-langkah tersebut, Bank NTT ingin memastikan bahwa kehadirannya tidak hanya sebagai institusi perbankan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan masyarakat Nusa Tenggara Timur menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Dengan semangat “Bersama Menuju Puncak”, Bank NTT menegaskan tekadnya untuk terus tumbuh bersama rakyat dan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.







