BP Tapera dan Bank NTT Dorong Akses Rumah Murah, Gelar Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP di Kabupaten Kupang

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) bekerja sama dengan Bank NTT menggelar sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Aula Kantor Bupati Kupang, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan ini menarik perhatian ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Kupang serta para pengembang perumahan.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Guntur E. Subu Taopan. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong ASN memanfaatkan fasilitas pembiayaan rumah bersubsidi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai.

“Pak Bupati sangat mendukung program KPR Sejahtera FLPP. Pemerintah ingin ASN memiliki rumah layak di wilayah kerja mereka, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih maksimal,” kata Guntur.

Pemerintah Targetkan 350 Ribu Rumah Bersubsidi

Direktur Kepesertaan Segmen Non Pemerintah BP Tapera, Budi Santoso, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan pembiayaan perumahan bersubsidi bagi ASN dan masyarakat berpenghasilan tetap.

Ia menyebutkan, pemerintah menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah bersubsidi melalui skema FLPP pada tahun berjalan. Untuk NTT, Bank NTT mendapat alokasi 300 unit.

“Secara nasional kami tidak membatasi per provinsi. Daerah yang mampu menyalurkan lebih banyak diberikan ruang lebih besar. Potensi di NTT cukup tinggi, baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang,” ungkap Budi. Saat ini, terdapat 41 bank penyalur KPR FLPP di seluruh Indonesia.

Harga Rumah hingga Rp185 Juta, DP Cuma 1 Persen

Dalam sesi pemaparan, BP Tapera menguraikan berbagai kemudahan yang ditawarkan program FLPP. Di NTT, harga rumah subsidi dibatasi hingga Rp185 juta. Dengan uang muka hanya 1%, masyarakat cukup menyiapkan sekitar Rp1,8 juta untuk memulai proses KPR.

Pemerintah juga menyediakan subsidi bantuan uang muka Rp4 juta, sehingga nilai kredit yang harus ditanggung calon pembeli turun menjadi sekitar Rp179 juta.

Keunggulan lain yang sangat diminati yakni bunga tetap 5% selama masa kredit hingga 20 tahun, menjadikannya salah satu skema pembiayaan perumahan paling terjangkau di Indonesia.

“Kalau KPR komersial bunganya bisa naik sampai 12–13%, cicilan bisa melonjak dua kali lipat. Di FLPP, cicilan tetap mulai dari satu jutaan per bulan,” jelas narasumber BP Tapera.

Peserta KPR FLPP juga dibebaskan dari PPN, biaya asuransi jiwa, dan asuransi kebakaran.

Bank NTT Sudah Tembus 2.000 KPR FLPP Sejak 2016

Kasubdiv Kredit Komersial Bank NTT, Aldi Bureni, memaparkan bahwa Bank NTT telah menjadi penyalur FLPP sejak 2016 dan sejauh ini berhasil merealisasikan lebih dari 2.000 unit rumah.

“Khusus tahun 2025 kami mendapat kuota 300 unit. Hingga saat ini sudah terealisasi sekitar 243 unit, dan 40 unit sedang dalam proses akad,” katanya.

Bank NTT juga membuka akses KPR subsidi bagi masyarakat umum, termasuk pekerja swasta, outsourcing, hingga pengemudi ojek online, selama memenuhi persyaratan pendapatan dan rekam jejak kredit yang sehat.

Batas penghasilan maksimal penerima manfaat yakni Rp8,5 juta untuk lajang dan Rp10 juta bagi pasangan suami istri. Daftar proyek perumahan dapat diakses melalui platform Sikumbang Tapera.

Harapan: ASN dan Warga NTT Tak Lagi Mengontrak

Dengan fasilitas uang muka ringan, suku bunga tetap, tenor panjang, hingga pembebasan biaya pajak dan asuransi, BP Tapera optimistis semakin banyak ASN serta masyarakat NTT dapat memiliki rumah pertama.

“Kami ingin membantu masyarakat, khususnya ASN dan pekerja formal, agar tidak terus-menerus mengontrak. Lebih baik mencicil rumah sendiri dengan angsuran terjangkau,” tutup perwakilan BP Tapera.

Komentar Anda?

Related posts