Penulis: Yesar
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Kabar baik bagi petani bawang merah di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Tulufali Makmur Ofalangga” resmi menyerahkan 6.000 kilogram atau 6 ton bibit bawang merah kepada 34 petani setempat, Sabtu (28/2/2026) sore, di Balai Rakyat Desa Ofalangga.
Penyaluran bibit ini menggunakan sistem pembayaran utang musiman, di mana petani dapat mengambil bibit terlebih dahulu dan melunasi pembayaran setelah masa panen tiba. Skema ini dirancang untuk membantu petani yang membutuhkan tambahan stok bibit saat memasuki musim tanam.
Direktur BUMDes Tulufali Makmur Sejahtera, Yesar Tasi, S.Pd, menjelaskan bahwa para penerima bibit bukanlah petani pemula, melainkan petani bawang merah yang sudah berpengalaman dan memiliki stok bibit dari musim sebelumnya.
“Mereka sudah punya stok lama yang disimpan. Pembelian hari ini sifatnya hanya sebagai tambahan untuk meningkatkan kapasitas tanam,” jelas Yesar.
Ia menegaskan, meskipun menggunakan sistem utang, pihaknya optimistis para petani akan memenuhi kewajibannya. Pengalaman sebelumnya menunjukkan tingkat kepercayaan dan tanggung jawab petani di Ofalangga cukup tinggi.
“Kami percaya mereka akan membayar setelah panen. Namun dalam sistem usaha yang terorganisir seperti ini, prinsip kehati-hatian tetap kami kedepankan. Karena itu, setiap transaksi dilengkapi dengan Surat Perjanjian Utang (SPU) bermaterai sebagai langkah antisipatif,” tambahnya.
Perwakilan 34 petani penerima bibit, Soleman Deak, mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, skema utang musiman sangat membantu petani dalam menjaga kelancaran usaha tani.
“Stok bibit sebenarnya ada, tapi tambahan dari BUMDes ini sangat membantu memperluas lahan tanam. Kami juga bersyukur karena sistemnya tanpa bunga dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ofalangga, Apronel Malesi, S.Si, berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas bawang merah sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
“Dengan tambahan bibit ini, kami berharap hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak. Jika program ini berjalan lancar, BUMDes diharapkan dapat mengembangkan usaha di sektor lain guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes),” katanya.
Langkah BUMDes Tulufali Makmur Ofalangga ini menjadi contoh konkret bagaimana lembaga ekonomi desa hadir menjawab kebutuhan petani, tidak hanya sebagai penyedia barang, tetapi juga sebagai mitra yang memberi solusi di tengah tantangan musim tanam.







