PORTALNTT.COM, KUPANG – Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mematangkan rencana pembangunan Patung Kristus Raja di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang untuk membahas feasibility study atau studi kelayakan pembangunan patung setinggi 40 meter tersebut.
Pertemuan berlangsung di Fakultas Sains dan Teknik Undana pada Rabu, 11 Maret 2026. Agenda ini menjadi bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan Patung Yesus Kristus yang direncanakan berdiri di kawasan Tanjung Batu Kong, Desa Hansisi, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Rencana pembangunan patung tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi ikon pariwisata baru yang mampu menarik wisatawan ke wilayah Kabupaten Kupang.
Sebelumnya, pada Selasa, 24 Februari 2026, FST Undana resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang dalam rangka pengembangan Detail Engineering Design (DED) Patung Kristus Raja di Pulau Semau.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilakukan langsung oleh Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Marthen Kinov Timate.
Kegiatan tersebut berlangsung di Harper Hotel Kupang pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kepada Batastimor, Prof. Philiphi menjelaskan bahwa kerja sama tersebut difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahapan teknis penting sebelum pembangunan fisik dilakukan.
“PKS ini untuk pengembangan DED Patung Kristus Raja di Pulau Semau. Tim Undana akan berkoordinasi melalui Program Studi Arsitektur dan Program Studi Teknik Sipil di bawah FST,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa DED merupakan dokumen perencanaan teknis yang memuat berbagai aspek penting dalam pembangunan suatu proyek.
Dokumen tersebut mencakup gambar kerja detail, perhitungan struktur bangunan, spesifikasi teknis material, hingga analisis keamanan dan kelayakan konstruksi.
Prof. Philiphi juga menambahkan bahwa sebelumnya FST Undana telah menjalin kerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Kupang yang berfokus pada pelaksanaan sayembara desain patung.
Sayembara tersebut menjadi tahap awal untuk menentukan konsep dan rancangan patung yang akan dibangun. Setelah desain terpilih ditentukan, kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang menjadi langkah lanjutan untuk memastikan rancangan tersebut dapat diterjemahkan secara teknis melalui penyusunan DED.
Menurut Prof. Philiphi, pembangunan Patung Kristus Raja di Pulau Semau tidak hanya dimaksudkan sebagai simbol religius, tetapi juga diharapkan menjadi ikon pariwisata baru di Kabupaten Kupang.
Oleh karena itu, penyusunan DED akan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari desain arsitektural, kekuatan struktur bangunan, kondisi geografis wilayah, hingga nilai estetika dan daya tarik wisata.
Kerja sama ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.







