Bupati Alor Dukung Orang Muda Jadi Gubernur NTT

  • Whatsapp
banner 468x60

PORTALNTT.COM, ALOR – Bupati Alor Drs Amon Djobo mendukung anak muda menjadi Gubernur NTT. Djobo mengatakan itu sesuai pesan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

“Saya dukung pak Frans Lebu Raya punya pikiran. Artinya usia 60 tahun ke bawah untuk pimpin ini NTT,” kata Djobo kepada wartawan di Bandara Mali, Kamis, (11/5).

“Pertama, orang muda paling tidak masih ada energik. Kedua, pemikiran anak muda masih konseptual,” tambah Djobo.

Djobo menjelaskan, NTT terdiri dari banyak pulau, belum ditambah lagi dengan sarana transportasi dan komunikasi yang masih terbatas. Sehingga NTT membutuhkan orang-orang yang energik untuk menjangkau semua itu.

“Jadi saya sependapat dengan pak Lebu Raya,” ujar Djobo.

Ada sejumlah keuntungan bila NTT dipimpin oleh orang muda. Apalagi orang muda yang menjadi pemimpin di NTT memiliki relasi yang sangat baik di tingkat pusat. Ini, menurut Djobo, akan memberi manfaat bagi para bupati/walikota di NTT.

“Sehingga kami-kami di daerah (kabupaten/kota) punya link yang baik di pusat karena gubernur kami punya link yang banyak. Sehingga tidak menyulitkan kami,” ujar Djobo.

“Misalnya begini. Kami (kabupaten/kota) butuh ini, gubernur bilang sudah kita ke DPR, atau kita ke kementrian ini untuk dibicarakan. Sehingga tidak menghambat semua program di tingkat kabupaten,” tambah Djobo.

Dijelaskan Djobo bahwa NTT saat ini membutuhkan pemimpin yang merakyat. Pemimpin yang setiap saat bisa berada bersama masyarakat. Dan itu, menurutnya, ada pada diri orang muda.

“Paling tidak dikenal dan lebih diterima di masyarakat banyak. Nah, orang-orang muda kan lebih gesit. Lebih membawa diri kepada masyarakat. Sudah waktunya untuk orang-orang muda,” katanya.

“Tidak boleh ada apa ya. Semacam dinasti, semacam apa, bangga bahwa saya ini tokoh jadi musti dihormati. Era ini sudah tidak bisa,” kata Djobo lagi.

Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi pernyataan Djobo. Ia mengakui bahwa NTT perlu bekerjasama dengan sejumlah kementerian terkait untuk memajukan NTT.

“Penting untuk kita tempatkan orang di setiap kementerian agar memudahkan bupati/walikota atau gubernur. Di BUMN-BUMN. Di kedutaan-kedutaan agar bisa membantu bupati/walikota bila ada urusan di Jakarta. Sehingga relasi terbuka dan nyambung,” ujar Laka Lena.

Perlu diketahui, Laka Lena pernah maju sebagai Calon Wakil Gubernur NTT berpasangan dengan Ibrahim Medah dalam usia 36 tahun. Namun saat itu Tuhan belum berpihak kepada mereka.

Pada Pilgub NTT 2018 nanti, Laka Lena akan kembali maju tetapi bukan sebagai calon wakil melainkan calon gubernur. Usiannya saat ini belum genap 40 tahun. (Tim)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60