Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali
PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, merespon permintaan dana hibah yang diminta Ketua PMI Rote Ndao, Alfred Saudila, untuk membangun gedung Unit Transfusi Darah (UTD).
Menurut orang nomor satu di Rote Ndao, kebutuhan gedung bukan menjadi hal yang urgen bagi masyarakat Rote Ndao, sehingga pemerintah akan fokus terlebih dahulu pada pengelolaan Bank Darah.
“Kita akan fokus pada Bank Darah dengan melatih staf yang akan mengelola Bank darah. Soal gedung bisa saja, tapi nanti kalau masyarakat yang butuh darah sudah bisa terlayani dulu. Karena kalau ada stok darah, maka selanjutnya gedung bisa kami bangun jika anggarannya tersedia,” jelas Bupati Henuk, pada media ini, Kamis (1/5/2025).
Untuk itu, Bupati Paulus Henuk, siap mengirim tenaga dari Rote Ndao untuk mengikuti pelatihan pengelolaan Bank Darah pada Tahun 2025 ini.
“Tahun ini pemda akan kirimkan SDM untuk pelatihan pengelolaan Bank Darah sehingga ke depan Rumah Sakit akan bisa melakukan pengelolaan Bank Darah sendiri tanpa harus melalui PMI,” Jelas Bupati Rote Ndao.
Diakuinya permintaan pasien-pasien di RSUD Ba’a yang membutuhkan donor darah cukup tinggi sehingga pemerintah akan membantu menjawab persoalan tersebut.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kondisi kantor PMI Rote Ndao sudah rusak-rusak bagai gudang tua yang terbengkalai dan PMI Rote Ndao sudah memiliki alat Blood Bank Refrigerator (Bank Darah) namun karena ketiadaan tenaga ahli yang memenuhi kualifikasi, alat Bank Darah tersebut belum pernah digunakan untuk menyimpan stok darah.
Hal tersebut berdampak besar dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien RSUD Ba’a yang saat membutuhkan donor darah, pihak keluarga pasien harus bersusah payah mencari pendonor darah bagi pasien. Mengingat darah adalah kebutuhan vital bagi pasien dan bisa berdampak fatal jika kebutuhan darah bagi pasien tidak terpenuhi, apalagi jika pasien dalam kondisi urgent atau darurat.
Ketua PMI Rote Ndao, Alfred Saudila yang sebelumnya di konfirmasi media ini menjelaskan bahwa pihaknya telah berulangkali mengajukan proposal permohonan tambahan dana hibah untuk membangun Kantor PMI, tetapi tidak mendapatkan respon serius dari Pemda Rote Ndao.
Meskipun setiap tahun PMI Rote Ndao selalu mendapatkan Dana Hibah dari Pemda Rote Ndao yang mencapai ratusan juta rupiah, Alfred Saudila menyampaikan bahwa Dana Hibah tersebut tidak digunakan untuk kegiatan fisik, melainkan hanya dipakai untuk kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Rote Ndao.
Sesuai dengan data LKPD (Laporan Kinerja Pemerintah Daerah) yang diperoleh media ini dari website resmi Pemkab Rote Ndao, tercatat setiap tahun PMI Rote Ndao selalu mendapatkan dana hibah senilai ratusan juta rupiah dari APBD Rote Ndao. Tahun 2019 lalu, PMI Rote Ndao mendapatkan dana hibah senilai Rp 120.000.000, di tahun 2020 juga dana yang diberikan sebesar Rp 120.000.000. Kemudian di tahun 2021 dana hibah untuk PMI Rote Ndao naik drastis menjadi Rp 250.000.000, di tahun 2022 kembali menurun menjadi Rp 120.000.000, kemudian di tahun 2023 dana hibah yang diberikan kepada PMI Rote Ndao senilai Rp 125.000.000 juga di Tahun 2024 senilai Rp 125.000.000.
Selain memberikan dana hibah kepada organisasi PMI Rote Ndao, Pemkab Rote Ndao juga tercatat selalu mengucurkan dana hibah dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah kepada beberapa organisasi lainnya, yakni ; KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), Kwarcab Gerakan Pramuka Kab. Rote Ndao, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Rote Ndao, APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), DEKOPINDA (Dewan Koperasi Indonesia Daerah), KPA (Komisi Penanggulangan Aids), dan juga beberapa lembaga keagamaan.







