PORTALNTT.COM, KUPANG – Seorang siswi SMP Negeri 4 Kupang, Cezaltina Soares, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua teman sekolahnya, Ani dan Ana Kadja. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 14.30 Wita di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Alfons Nisnoni, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Informasi yang dihimpun dari surat tanda penerimaan laporan Polsek Kota Raja menyebutkan bahwa dugaan penganiayaan terjadi setelah jam pulang sekolah. Korban dan kedua terlapor diketahui sedang menjalankan tugas piket yang diberikan guru saat situasi memanas.
Arni Magdalena Taruna (43), ibu korban, menjelaskan bahwa cekcok bermula ketika Cezaltina mengusulkan agar pekerjaan membersihkan kelas dilakukan setelah seluruh siswa meninggalkan sekolah, mengingat kondisi hujan dan kemungkinan ruangan kembali kotor. Namun usul tersebut justru memicu pertengkaran.
“Kedua pelaku tidak terima. Mereka maunya langsung bersihkan kelas. Situasi kemudian memanas dan anak saya dipukul sampai jatuh,” ungkap Arni.
Arni juga menyesalkan sikap seorang guru yang disebut melihat kejadian tersebut namun tidak memberikan pertolongan maupun upaya melerai. Dalam kondisi kesakitan, Cezaltina pulang sendiri ke rumah.
Tidak puas dengan kejadian itu, Arni sempat mendatangi rumah dua terduga pelaku untuk mencari penyelesaian secara baik-baik. Namun respons yang ia terima dianggap mengecewakan, sehingga keesokan paginya ia melapor ke pihak sekolah dan kemudian ke polisi.
“Karena keluarga pelaku seperti anggap ini hal biasa, kami putuskan urus secara hukum saja. Pagi tadi anak kami mengeluh sakit hebat di bagian organ vital, jadi kami bawa ke UGD RSUD Kupang. Kami benar-benar kecewa, apalagi anak kami juga sempat dimaki-maki,” tegasnya.
Saat ini kasus dugaan penganiayaan pelajar tersebut telah ditangani Polsek Kota Raja untuk proses lebih lanjut.







