Deny Moy Minta Pemda Rote Ndao Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Bagi Warga di Pulau Nusamanuk

  • Whatsapp
banner 468x60

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Ketua Komisi B, DPRD Rote Ndao, Denison Moy, ST meminta agar Pemerintah Daerah Rote Ndao tingkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi Warga Rote Ndao yang menetap di Pulau Nusamanuk, Desa Fuafuni, Kec. Rote Barat Daya.

Hal tersebut disampaikan oleh Denison Moy pasca pemberitaan media ini terkait meninggalnya seorang Bayi di Pulau Nusamanuk yang lahir tanpa pertolongan medis karena cuaca buruk pada, Sabtu (29/1/2022).

Saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa pihaknya di Komisi B DPRD Rote Ndao akan mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga di Pulau Nusamanuk.

“Pulau Nusamanuk itu pulau tersendiri yang perlu ada pelayanan kesehatan bagi saudara-saudara kita yang tinggal disana. Terkait dengan kebutuhan bayi dan kelahiran yang tidak normal seperti ini harus jadi perhatian serius kita bersama. Karena bisa saja tidak ada pendampingan kesehatan dari awal kehamilan Ibu hingga menjelang persalinannya,” ungkap Denison Moy.

“Maka itu Kami akan mendorong Pemerintah untuk memberikan perhatian serius agar kedepannya perlu didekatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan penempatan tenaga medis disana,” tambah Denison Moy.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Rote Ndao ini juga menyampaikan ungkapan belasungkawa atas peristiwa duka yang menimpa Sepasang Suami – Istri di Pulau Nusamanuk tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao yakni dr. Nelly F Riwu, saat di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada Minggu (30/1/2022) menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Nusamanuk, terutama bagi Ibu Hamil dan Balita.

“Kasus ini merupakan bayi lahir mati, lahir tanpa tempurung kepala (anencephaly). Sejak dalam kandungan merupakan kelainan genetik yang cacat tabung saraf dan biasanya terjadi pada kehamilan awal (minggu ke 4). Dan biasanya bayi dengan kelainan ini meninggal saat lahir atau beberapa jam dan hari setelah lahir. Untuk mengetahui secara dini maka perlu pemeriksaan rutin ibu hamil, pemeriksaan penunjang berupa tes darah, USG dan MRI jika diperlukan,” elas dr. Nelly Riwu.

dr. Nelly Riwu juga menjelaskan bahwa Penyebab kelainan tempurung kepala pada Bayi yang lahir di Nusamanuk itu antara lain perubahan gen/kromosom, konsumsi obat-obatan terlarang, kurang asam folat, dan lain- lain.

Terkait pelayanan, Kadis Kesehatan Rote Ndao ini juga megungkapkan bahwa pelayananan di Pulau Nusamanuk oleh pihaknya akan terus ditingkatkan.

“Kami dari puskesmas Batutua melakukan pelayanan 1 minggu sekali dan pustu berada di desa fuafuni sedangkan di dusun nusamanuk yg terdiri dari kurang lebih 25 KK sendiri hanya ada pos pelayanan kesehatan yg dilakukan di rumah kader setiap 1 minggu sekali, ini disebabkan kondisi geografis yg sulit,” ungkapnya.

Sebelumnya telah diberitakan oleh media ini bahwa pada Sabtu (29/1/2022) Seorang Bayi di Pulau Nusamanuk meninggal dunia usai lahir dalam kondisi usia kehamilan Ibunya yang belum genap 9 bulan, serta tak dapat tertolong secara medis, disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu jalur transportasi laut dari Pulau Nusamanuk menuju Puskesmas terdekat.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60