PORTALNTT.COM, KUPANG – Anggota DPRD Kota Kupang, Mad Talib, meminta Wali Kota Kupang mengevaluasi kinerja Camat Alak dan Lurah Manutapen terkait penanganan bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Manutapen.
Mad Talib menilai, kehadiran camat dan lurah di lokasi bencana baru terlihat setelah Wali Kota Kupang turun langsung meninjau kondisi warga terdampak. Padahal, dalam situasi darurat, aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan semestinya berada di garda terdepan.
“Dalam kondisi masyarakat yang sedang kesulitan akibat bencana, lurah dan camat seharusnya langsung hadir dan membantu warga, tanpa harus menunggu wali kota,” kata Mad Talib saat meninjau lokasi bencana, Sabtu (17/1/2026).
Menurut dia, peran camat dan lurah sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam merespons cepat setiap kejadian darurat di wilayah masing-masing. Kehadiran mereka, kata Mad Talib, menjadi wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat.
“Kalau wali kota tidak berada di tempat, bagaimana? Seharusnya camat dan lurah tetap hadir dan bergerak cepat. Ini soal tanggung jawab dan empati kepada warga yang menjadi korban,” ujarnya.
Atas dasar itu, Mad Talib secara tegas meminta Wali Kota Kupang melakukan evaluasi terhadap Camat Alak dan Lurah Manutapen agar ke depan respons pemerintah di tingkat bawah bisa lebih sigap.
“Saya minta wali kota mengevaluasi camat dan lurah. Jangan sampai kehadiran mereka di lapangan hanya bersifat menunggu,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, angin puting beliung melanda Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, pada Sabtu (17/1/2026) dini hari. Bencana tersebut berdampak pada warga di RT 13, RT 14, dan RT 16. Sedikitnya 19 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut.







