Dukung UNDP, Pemda Rote Ndao dan Bank NTT Rote Jalin Sinergitas

  • Whatsapp
banner 468x60

Penulis: Daniel Timu
Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Pemerintah Daerah (Pemda) Rote Ndao bersama Bank NTT, berkolaborasi mendukung keberlanjutan usaha ekonomi kelompok masyarakat lokal, yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP).

Di mana, melalui Arafura and Timor Seas Ecosystem Action fase kedua (ATSEA-2), program tersebut bertujuan membangun ketahanan kehidupan masyarakat, dengan melibatkan kelompok perempuan dan kaum difabel untuk mengolah hasil laut.

Bahwa, kegiatan tersebut mulai dilaksanakan di Rote Ndao tahun 2020 lalu. Namun, akibat pandemi covid-19, sehingga seluruh aktifitas baru bisa berjalan normal pada tahun 2022.

Dengan bentuk dukungan yang diberikan kepada UNDP adalah membangun komitmen bersama. Hal tersebut dinyatakan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda dan Bank NTT untuk UNDP.

“Demi mendukung peningkatan kualitas dan nilai tambah bagi produksi dan produktifitas yang berdaya saing bagi kaum perempuan dan difabel,” kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, dalam sambutanya, Kamis (23/2).

“Semua masyarakat harus mendukung dan mengggunakan produk yang dihasilkan di Rote Ndao. Sabun dan massage oil cukup bagus dan saya sendiri sudah menggunakannya,” sambungnya dengan mengajak.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan langkah positif yang ditempuh pemerintah. Sebab, melalui ATSEA-2, dilakukan dengan memfasilitasi peningkatan kapasitas adaptasi dan ketahanan kehidupan masyarakat.

“Yaitu, mengikutsertakan perempuan dan kaum difabel dalam mengolah hasil laut sebagai makanan alternatif. Untuk konsumsi rumah tangga, juga dipasarkan demi membantu ketahanan kehidupan keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan Kantor Cabang (KC) bank NTT Rote Ndao, Sender Dewa Lele, mengatakan, komitmenya untuk menggerakan perekonomian masyarakat desa. Salah satu diantaranya adalah melalui festival desa binaan.

Tak hanya itu, pembinaan dan inisiasi juga dilakukan terhadap para pelaku UMKM. Yang diharapkan mampu berkompetisi di era digitalisasi saat ini.

“Kiranya mampu menguatkan desa ketika berkompetensi sehat, baik di dunia digital dan gelobal dengan nilai beda dan unggul. Dan bank NTT, ingin menggerakan perekonomian dengan menguatakan daya saing desa,” kata Sender.

Sedangkan dalam laporannya, field facilitator ATSEA-2, di Rote Ndao, Mike Leuape, berharap agar programnya berkesinambungan. Sehingga pendampingan yang intensif dilakukan terhadap kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan juga keterampilan.

Sebab, dari pelaksanaanya, program tersebut dilaporkan telah menunjukan dampak positifnya terhadap perekonomian anggota kelompok. Dengan empat desa binaan yang disebutnya adalah Desa Oeseli, Bo’a, Landu dan Desa Daima.

“Kelompok Ita Esa, sabun Minano dari Desa Oeseli, sejak periode 2022 hingga Februari 2023, total sabun yang diproduksi sebanyak 1.600 potong. Dengan hasil penjualanya sebesar Rp. 18.039.500. Rp.12 juta dibagikan kepada anggota kelompok dan total saldo kelompok per 22 Februari sebesar Rp. 6.482.500,” kata field facilitator ATSEA-2, di Rote Ndao, Mike Leuape, dalam laporanya.

“Kelompok Tasi Bo’a (Nometo) total massage oil yang dijual periode Juni hingga Desember 2022, sebanyak 240 botol. Dengan total pendapatan dalam bentuk tabungan kelompok sampai 22 Februari 2023 adalah Rp. 5.370.000. Sedangkan untuk kelompok Ina Landu, di Desa Landu, dan kelompok Dalek Esa, di Daima, masih dalam pendampingan,” ungkapnya.

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60