Di Pulau terluar Usu, Bupati Rote Tampung Aspirasi Warga: Air Bersih, Bantuan Nelayan, hingga Akses Jalan Jadi Prioritas

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menjangkau masyarakat hingga wilayah terluar kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, ke Dusun Airani, Desa Tenalai, Kecamatan Landu Leko, Kamis (29/10/2026). Dusun Airani berada di Pulau Usu, yang terpisah oleh laut dari Pulau Rote. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintahan, mengembangkan aktivitas ekonomi, serta memperoleh dukungan pembangunan yang memadai

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Dusun Airani untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan mendasar yang selama ini berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari ketersediaan air bersih, dukungan bagi nelayan, pengembangan usaha tenun tradisional, hingga pembukaan akses jalan menuju pusat pemerintahan desa.

Dalam pertemuan bersama warga, Bupati dan Wakil Bupati mendengarkan secara langsung berbagai masukan masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan dan program pembangunan yang dibutuhkan di wilayah tersebut.

Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak Warga

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga Dusun Airani adalah kebutuhan akan akses air bersih. Masyarakat meminta pemerintah daerah membantu memperbaiki alat penyulingan air laut menjadi air tawar yang selama ini menjadi salah satu harapan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kualitas hidup keluarga. Karena itu, perbaikan fasilitas penyulingan air laut diharapkan dapat membantu warga memperoleh pasokan air yang lebih mudah dan berkelanjutan.

Nelayan dan Petani Rumput Laut Butuh Dukungan Sarana Produksi

Selain air bersih, masyarakat Dusun Airani juga menyampaikan kebutuhan bantuan kapal dan alat tangkap ikan untuk mendukung mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Dukungan sarana produksi dinilai penting untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan aktivitas melaut, serta memperkuat pendapatan rumah tangga yang bergantung pada sektor perikanan.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa dirinya tengah mengusulkan agar Dusun Airani menjadi salah satu lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kita sementara usulkan ke Kementerian Kelautan untuk beberapa dusun di Rote bisa jadi Kampung Nelayan Merah Putih, salah satunya Dusun Airani,” jelas Bupati Rote Ndao.

Selain itu, Bupati Rote Ndao juga menyampaikan rencana pemberian bantuan perahu bagi masyarakat Dusun Airani untuk mendukung aktivitas budidaya rumput laut.

“Nanti kita kasi bantuan perahu disini, supaya bapak-mama bisa pakai untuk ikat rumput laut,” ucap Bupati Rote.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan pada budidaya rumput laut sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga.

Tenun Tradisional Perempuan Airani Ikut Jadi Perhatian

Aspirasi pembangunan tidak hanya datang dari kelompok nelayan. Para ibu di Dusun Airani juga menyampaikan kebutuhan dukungan bagi aktivitas menenun yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga. Masyarakat perempuan di wilayah tersebut masih mempertahankan tradisi menenun kain khas Rote dengan menggunakan bahan-bahan alami. Aktivitas ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Dukungan terhadap kelompok penenun diharapkan dapat membantu keberlanjutan produksi kain tenun, menjaga keterampilan tradisional agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya, serta membuka peluang pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan demikian, pengembangan ekonomi Dusun Airani tidak hanya bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga pada potensi kerajinan tradisional yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Bupati Minta Proposal Segera Disiapkan

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Paulus Henuk meminta Kepala Desa Tenalai agar segera menyiapkan proposal permohonan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pak Kepala Desa harus segera buat proposal. Nanti pak Asisten Daerah atur agar paling lambat hari Senin depan proposal sudah ada di meja saya, langsung saya setujui proposalnya,” tegas Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH

Proposal tersebut akan menjadi dasar untuk menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan warga. Bupati menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi proposal permohonan bantuan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membuat aspirasi masyarakat lebih terarah, memiliki dasar administrasi yang jelas, serta mempermudah pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan menyesuaikannya dengan program maupun ketersediaan anggaran.

Akses Jalan 13 Kilometer Jadi Perhatian Pemerintah

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah keterbatasan akses darat dari Dusun Airani menuju pusat pemerintahan Desa Tenalai. Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan anggaran untuk membuka akses jalan yang menghubungkan wilayah tersebut dengan pusat pemerintahan desa.

Jalur sepanjang kurang lebih 13 kilometer itu menghadapi tantangan berupa kawasan hutan lebat yang selama ini menjadi penghalang mobilitas masyarakat. Pembukaan akses jalan diharapkan dapat mempermudah warga dalam menjangkau pelayanan administrasi pemerintahan, memperlancar pergerakan barang dan hasil produksi, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan Pulau Terluar Perlu Ditindaklanjuti Secara Nyata

Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati ke Dusun Airani memperlihatkan pentingnya kehadiran pemerintah secara langsung untuk mendengar kebutuhan masyarakat di wilayah terluar Kabupaten Rote Ndao. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga menunjukkan bahwa kebutuhan pembangunan di Pulau Usu tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga akses air bersih, dukungan sarana perikanan, pengembangan usaha perempuan, pelestarian tenun tradisional, dan konektivitas wilayah.

Bagi masyarakat Dusun Airani, harapan terhadap pembangunan bukan semata-mata tentang hadirnya fasilitas baru, melainkan bagaimana fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan sehari-hari dan membuka peluang kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Melalui koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan kementerian terkait, masyarakat Pulau Usu diharapkan memperoleh kesempatan pembangunan yang semakin terbuka, sehingga kondisi geografis sebagai wilayah terluar tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan.

Komentar Anda?

Related posts