Fernando Soares Kantongi Dukungan 21 Voter untuk Pimpin PSSI NTT

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Dukungan terhadap Fernando Jose Osorio Soares untuk memimpin Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menguat. Tim pemenangannya mengklaim telah mengantongi dukungan 21 pemilik suara atau voter dari total 35 pemilik hak suara menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) PSSI NTT.

Ketua tim pemenangan Fernando Soares, Muhammad Sipriyadin Pua Rake, mengatakan dukungan tersebut berasal dari sejumlah asosiasi sepak bola kabupaten dan klub yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

Sebanyak 21 pemilik suara disebut telah menyerahkan surat mandat kepada panitia pemilihan Musprov PSSI NTT. Penyerahan surat mandat tersebut diterima Abdul Muis dari Komite Pemilihan Kongres Biasa Asprov PSSI NTT.

“Kami sudah mengantongi dukungan 21 voter dari total 35 hak suara. Kami berharap dukungan ini terus bertambah hingga pelaksanaan Musprov nanti tanggal 7 November 2026,” kata Sipriyadin usai menyerahkan mandat ke komite pemilihan, Kamis (29/10/2026).

Ia mengatakan, tim pemenangan masih menjalin komunikasi dengan sejumlah pemilik suara lainnya. Menurut dia, masih ada empat voter yang diperkirakan akan bergabung memberikan dukungan.

Sipriyadin berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar sehingga menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi sepak bola NTT.

Menurut dia, Musprov bukan sekadar momentum memilih ketua baru, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sepak bola NTT agar lebih maju dan profesional.

“Kami berharap proses ini berjalan dengan baik. Yang terpenting, kepemimpinan ke depan mampu membawa perubahan nyata bagi sepak bola NTT,” ujarnya.

Dorong Pembinaan dan Kompetisi Berjenjang

Dalam pencalonannya, Fernando Soares membawa sejumlah gagasan untuk memperbaiki pembinaan, kompetisi, dan tata kelola sepak bola di NTT.

Salah satu fokusnya adalah memastikan kompetisi berjalan secara teratur dan berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Ia mendorong agar kompetisi liga dan Piala Gubernur memiliki penyelenggaraan yang jelas sehingga klub mempunyai ruang untuk berkembang secara berkelanjutan.

Pembinaan pemain usia dini juga menjadi perhatian. Fernando mendorong setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai tempat pembinaan dan pengembangan bakat pemain muda.

Dengan pembinaan yang terarah, klub diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional.

Selain pemain, peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola juga menjadi bagian dari gagasannya. Pelatih, wasit, dan inspektur pertandingan perlu mendapatkan pendidikan serta sertifikasi sesuai kebutuhan dan tingkatan kompetisi.

Tata Kelola Lebih Terbuka

Dari sisi organisasi, Fernando mendorong pembenahan tata kelola Asprov PSSI NTT agar lebih transparan, profesional, dan melibatkan perwakilan asosiasi kabupaten dari seluruh wilayah NTT.

Keterwakilan daerah dinilai penting agar kebijakan organisasi dapat mengakomodasi kebutuhan sepak bola di berbagai kabupaten dan kota, termasuk daerah yang selama ini membutuhkan dukungan lebih besar dalam pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi.

Fernando juga mendorong pengembangan industri sepak bola melalui kerja sama dengan berbagai pihak, perluasan publikasi pertandingan, dan pemanfaatan media untuk meningkatkan daya tarik kompetisi.

Salah satu gagasan yang diusung adalah menghadirkan siaran pertandingan melalui televisi atau platform penyiaran sepak bola. Ia juga mendorong penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC), dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan pembiayaan.

Di bidang infrastruktur, Fernando mengusulkan pembangunan atau peningkatan tiga stadion berstandar nasional untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi serta meningkatkan kualitas fasilitas sepak bola di NTT.

Berbagai gagasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi yang teratur, peningkatan kapasitas perangkat pertandingan, hingga pengelolaan organisasi yang profesional.

Sipriyadin mengatakan, tim pemenangan berharap gagasan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi para pemilik suara dalam menentukan pemimpin Asprov PSSI NTT berikutnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen sepak bola di NTT menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

Dengan dukungan dari berbagai daerah, Fernando diharapkan dapat membawa semangat pembaruan bagi sepak bola NTT.

Komentar Anda?

Related posts