PORTALNTT.COM, KUPANG – Suasana Hotel Harper, Kamis (22/1/2026) berbeda dari hari-hari sebelumnya. Di sebuah ruangan yang diselimuti suasana khidmat, perjalanan panjang sebuah pengabdian kembali ditegaskan.
Uni Timor Aswain (UNTAS) resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2025–2030, dengan Fernando Jose Osorio Soares sebagai ketua.
Pengukuhan itu dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafri Sjamsoeddin, sebuah kehadiran yang tidak sekadar simbolis, melainkan sarat makna sejarah dan kebersamaan.
Bagi UNTAS, organisasi yang menghimpun warga negara Indonesia asal Timor Timur, momen ini bukan hanya pergantian kepemimpinan. Ia adalah penanda kesinambungan, bahwa pilihan untuk tetap setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah keputusan yang lahir dari kesadaran, diuji oleh waktu, dan dijaga oleh generasi.
Dalam sambutannya, Fernando Soares mengingat kembali Kongres UNTAS yang telah digelar pada September 2025 sebagai fondasi legitimasi kepengurusan baru. Namun lebih dari itu, ia berbagi kisah personal tentang pertemuannya dengan Menteri Pertahanan pada 5 Januari 2025, sebuah pertemuan yang meninggalkan pesan mendalam tentang arti pengabdian.
“Bapak Menteri berpesan bahwa kalau untuk Timor-Timur, ini bukan soal kepala, tetapi soal hati,” kata Fernando disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin yang hadir.
Ia mengakui kehadiran Menteri Pertahanan adalah kehormatan bagi seluruh warga UNTAS.
“Ini adalah kehormatan besar bagi kami,” tandasnya.
Bagi Fernando, warga asal Timor Timur yang kini hidup dan bertumbuh di berbagai daerah di Indonesia tidak pernah berjalan sendiri. Mereka berjalan bersama para pemimpin bangsa yang terus menunjukkan perhatian dan kebersamaan. Pilihan untuk menjadi bagian dari Indonesia, tegasnya, bukanlah pilihan sesaat, melainkan keputusan batin yang konsisten.
“Badai telah berlalu dan arah kita jelas. Dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita akan maju. Pemerintah sedang bekerja keras untuk kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan masyarakat NTT yang sejak 1999 hingga hari ini terus menerima, mendampingi, dan merangkul warga asal Timor Timur sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan bersama. Bagi Fernando, tugas UNTAS ke depan adalah menjaga kekompakan dan tetap menjadi rumah besar yang mengayomi seluruh anak bangsa asal Timor Timur di NKRI.
Gubernur NTT Melki Laka Lena yang turut hadir menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus UNTAS yang baru dikukuhkan. Ia mengajak UNTAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun NTT dan Indonesia.
“Kita membutuhkan semua pihak untuk membangun tanah Flobamorata, termasuk UNTAS. Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong kemajuan bagi seluruh anak bangsa yang hidup di NTT,” kata Gubernur.
Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif agar NTT dapat tumbuh sebagai daerah yang maju dan berkembang. Gubernur juga menyampaikan kebanggaannya atas Pulau Timor yang kini terbagi menjadi dua negara, namun tetap hidup dalam suasana damai.
“Mari kita bergerak bersama untuk NTT yang kita cintai. Ayo Bangun NTT. Ayo Bangun UNTAS,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafri Sjamsoeddin dalam sambutannya menegaskan bahwa UNTAS secara resmi diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Ia mengenang perjalanan panjang perjuangan bersama rekan-rekannya di Timor Timur sejak tahun 1976, sebuah fase sejarah yang sarat dinamika, pengorbanan, dan kenangan.
“Ini adalah pertemuan penuh kehangatan, merindu masa lampau yang menjadi kenangan sekaligus pelajaran berharga,” ungkapnya.
Menhan juga menyinggung keberadaan Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, yang diharapkan menjadi jembatan masa depan bagi putra-putri keluarga asal Timor Timur yang memilih Indonesia, agar dapat mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi bangsa.
“Setiap kali bertemu dengan UNTAS, saya selalu emosional karena kita pernah bersama membanggakan Merah Putih di Timor Timur,” katanya.
Ia mengapresiasi kepemimpinan UNTAS yang kini berada di tangan generasi muda, yang menurutnya menjadi sokoguru penting dalam pembangunan bangsa. Menhan mengajak seluruh keluarga besar UNTAS untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan menatap masa depan dengan semangat kebersamaan.
“Mari kita bergerak bersama, mendukung program Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis demi Indonesia yang lebih kuat,” tuturnya menutup sambutan.
Di penghujung acara, pengukuhan itu bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah boleh menjadi luka atau kenangan, tetapi masa depan selalu membutuhkan harapan dan harapan itu, bagi UNTAS, dirawat melalui kebersamaan, pengabdian, dan kesetiaan pada Indonesia.







