PORTALNTT.COM, KUPANG – Manajemen Garuda Indonesia Branch Office Kupang menawarkan skema kerja sama korporasi kepada Universitas Nusa Cendana (Undana), Rabu, 18 Februari 2026. Dalam pertemuan di ruang rapat Rektor Undana itu, maskapai pelat merah tersebut memperkenalkan program bertajuk Corporate 8.1.
General Manager Garuda Indonesia Kupang, Dwicahyo Harry Purnomo, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda roadshow untuk memperluas kemitraan institusional di daerah. Menurut dia, skema Corporate 8.1 dirancang memberi nilai tambah bagi lembaga yang memiliki mobilitas perjalanan dinas cukup tinggi.
“Kami ingin menghadirkan kemudahan dan fleksibilitas bagi institusi, termasuk perguruan tinggi,” ujar Dwicahyo dalam audiensi yang dihadiri jajaran pimpinan Undana.
Ia menjelaskan, melalui skema tersebut, institusi mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain fleksibilitas perubahan jadwal penerbangan dan penggantian nama penumpang untuk kebutuhan dinas. Selain itu, tersedia potongan harga khusus korporasi dari kantor pusat, berkisar 3 hingga 14 persen untuk rute domestik maupun internasional.
Garuda juga menawarkan sejumlah privilese tambahan, seperti potongan tarif kelebihan bagasi dengan harga promosi serta tambahan bagasi gratis hingga 30 kilogram untuk perlengkapan olahraga tertentu. Fasilitas korporasi itu, kata Dwicahyo, dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk perjalanan dinas, tetapi juga perjalanan pribadi dan keluarga yang terafiliasi dengan institusi.
Namun di tengah penawaran tersebut, persoalan frekuensi penerbangan mencuat. Saat ini, Garuda melayani rute dari dan menuju Kupang empat kali dalam sepekan. Dwicahyo mengakui keterbatasan armada menjadi salah satu kendala.
“Armada Garuda dan Garuda Group saat ini masih terbatas. Kami merencanakan penambahan minimal satu jadwal tambahan pada Maret, termasuk kemungkinan di hari Kamis,” ujarnya.
Rektor Undana, Prof. Jefri Semuel Bale, menyambut baik tawaran kerja sama itu. Ia menilai Garuda selama ini dikenal dengan ketepatan waktu, yang menjadi pertimbangan penting dalam perjalanan dinas civitas akademika.
“Kami merasa nyaman karena ketepatan waktunya. Harapannya, setiap perjalanan dinas bisa dilayani Garuda,” kata Prof Jefri.
Meski demikian, ia mengakui keterbatasan jadwal kerap membuat Undana harus menggunakan maskapai lain. Agenda akademik dan administrasi yang padat, menurut dia, menuntut ketersediaan penerbangan yang lebih fleksibel.
Karena itu, Prof Jefri berharap rencana penambahan frekuensi benar-benar terealisasi.
“Jika frekuensi bertambah, kebutuhan perjalanan dinas akan lebih terakomodasi,” tegas Rektor Undana, Prof Jefri Bale.







