PORTALNTT.COM, KUPANG – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti keluarga korban bunuh diri di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Partai Gerindra hadir membawa empati dan dukungan nyata. Kehadiran tersebut menjadi penguat bagi keluarga yang masih bergulat dengan kesedihan sekaligus beban sosial dan ekonomi pascatragedi.
Gerindra menyerahkan bantuan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Ngada, Rudolf Aqroz Wogo, kepada keluarga korban, Rabu (4/2/2026). Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga, baik untuk kebutuhan mendesak maupun pelaksanaan kewajiban adat setempat.
Saat menerima bantuan, ibu korban mengaku tidak menyangka keluarganya akan mendapat perhatian dari Partai Gerindra. Ia menyebutkan, sejak peristiwa tragis tersebut terjadi, keluarganya belum menerima bantuan dari pemerintah.
“Kami benar-benar tidak menyangka ada yang datang membantu. Terima kasih kepada Partai Gerindra yang sudah peduli dengan musibah yang menimpa keluarga kami,” ujar ibu korban dengan mata berkaca-kaca.
Dalam tradisi adat masyarakat Bajawa, kematian akibat bunuh diri mewajibkan keluarga menjalankan ritual adat yang dikenal dengan sebutan mata Golo. Ritual ini dipercaya sebagai upaya memulihkan keseimbangan sosial dan spiritual keluarga. Namun, pelaksanaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Keterbatasan ekonomi membuat keluarga korban kesulitan memenuhi kewajiban adat tersebut. Karena itu, bantuan yang diberikan Gerindra diharapkan dapat membantu keluarga menjalani proses adat sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Tak hanya memberikan bantuan tunai, Gerindra juga menyatakan komitmen untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak. Komitmen itu mencakup kakak kandung korban serta dua anak lain dari lingkungan sekitar yang sempat putus sekolah saat masih berada di jenjang sekolah dasar (SD). Ketiganya dipastikan akan kembali mengenyam pendidikan dan didampingi hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Selain itu, Rudolf menyebutkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan Program Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah dan tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Rudolf Aqroz Wogo mengatakan, perhatian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu merupakan bagian dari komitmen sosial yang selama ini ia jalankan. Menurut dia, pendidikan menjadi kunci utama untuk menjaga masa depan anak-anak di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
“Selama ini kami juga membina anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan, bahkan hingga perguruan tinggi. Kami arahkan ke Universitas Terbuka karena biayanya relatif terjangkau. Anak-anak juga dibekali keterampilan agar mampu membiayai studinya sendiri,” ujar Rudolf kepada PortalNTT.
Ia berharap, kehadiran Gerindra tidak hanya meringankan beban keluarga korban, tetapi juga memberikan penguatan moral dan membuka kembali harapan, bahwa di tengah luka dan keterbatasan, masa depan anak-anak masih bisa diperjuangkan melalui pendidikan.
Rudolf juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban, khususnya dalam pendampingan sosial dan psikologis pascatragedi. Menurut dia, kehadiran negara sangat dibutuhkan agar keluarga yang ditinggalkan tidak menghadapi beban duka dan stigma sosial seorang diri.
“Peristiwa seperti ini seharusnya menjadi perhatian bersama. Kami berharap pemerintah dapat hadir dengan pendampingan yang berkelanjutan, baik dari sisi sosial, pendidikan, maupun pemulihan psikologis keluarga,” Tegas Rudolf.







