PORTALNTT.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pangan dan sumber daya unggulan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, menyatakan bahwa transformasi besar tengah dilakukan, terutama pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
“Bagaimana pemikiran kami melakukan transformasi adalah dengan menempatkan penelitian dan pengabdian sebagai motor utama kontribusi Undana bagi pembangunan nasional,” kata Prof Jefri pada PortalNTT di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Anggaran Riset Terbesar dalam Sejarah Undana
Dari sisi pendanaan, Undana menyiapkan alokasi anggaran internal yang signifikan. Sekitar empat dari sepuluh dosen Undana akan memperoleh dana penelitian internal, sebuah kebijakan yang dinilai sebagai lompatan besar dalam ekosistem riset kampus.
“Ini merupakan porsi anggaran terbesar selama penyelenggaraan penelitian dan pengabdian di Undana. Jumlah ini cukup untuk memfasilitasi seluruh kegiatan riset secara berkelanjutan,” ujarnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat kapasitas riset dosen, baik di tingkat nasional maupun global.
Dari Peneliti Muda hingga Riset Kelas Dunia
Undana juga membuka ruang luas bagi peneliti muda, sekaligus menghadirkan skema riset berkelas dunia yang ditargetkan tembus publikasi top-tier internasional.
Menurut Prof Jefri, kebijakan ini bukan sekadar mengejar reputasi akademik, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul.
“Ini harus dimulai. Kita tidak mungkin melangkah lebih jauh jika tidak berani mengambil langkah awal. Dari sinilah kita menyiapkan SDM dosen Undana yang ke depan mampu bersaing di tingkat global, bahkan meraih penghargaan riset tertinggi dunia,” ujarnya.
Guru Besar Berdampak, Riset Langsung Menyentuh Masyarakat
Pada aspek pengabdian, Undana mengembangkan skema “Guru Besar Berdampak”, di mana para profesor dikelompokkan dalam tim kecil untuk melakukan pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Pengabdian tidak boleh berhenti di laporan. Ia harus terasa manfaatnya di lapangan,” tegas Jefri.
Selaras Program Prioritas Nasional dan Ayo Bangun NTT
Seluruh riset dan pengabdian tersebut diarahkan agar memiliki fokus yang jelas, yakni mendukung program prioritas nasional sekaligus semangat Ayo Bangun NTT.
Undana, kata Prof Jefri, akan mengalokasikan dana penelitian dan pengabdian untuk mendukung program-program pemerintah provinsi serta kabupaten/kota yang selama ini bermitra dengan kampus tersebut.
Lebih jauh, Undana menegaskan dukungan terhadap penetapan mangan, garam, dan rumput laut sebagai Program Strategis Nasional di Provinsi NTT, sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam memperkuat kedaulatan pangan dan industri berbasis sumber daya lokal.
“Penelitian fundamental, terapan, maupun pengabdian akan kami arahkan agar relevan dan selaras dengan program strategis nasional Presiden Prabowo,” ujarnya.
Transformasi Mutu dan Ekosistem Digital Berbasis AI
Selain riset, transformasi juga dilakukan pada aspek penjaminan mutu pendidikan melalui LP3M. Undana tengah mengevaluasi mata kuliah penciri kampus agar selaras dengan perkembangan zaman, termasuk menghadirkan ekosistem pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Pemanfaatan AI dalam pembelajaran sudah menjadi keniscayaan. Ini bisa kita siapkan sebagai mata kuliah penciri Undana, sambil terus mengevaluasi kendala-kendala dalam proses pembelajaran yang masih terjadi,” kata Prof Jefri.
Dengan langkah-langkah tersebut, Undana menegaskan posisinya sebagai kampus strategis dari Indonesia Timur yang siap berkontribusi nyata bagi agenda besar pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.







