Home / Daerah / Kepala Desa Hadakewa : Pemerintah Hadir Untuk Membantu Masyarakat

Kepala Desa Hadakewa : Pemerintah Hadir Untuk Membantu Masyarakat

116 Kali dibaca

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]

PORTALNTT.COM, LEMBATA – Kepala Desa Hadakewa, Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT), Klemens Kewaaman usai menyerahkan tiga unit armada kapal penangkap Ikan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tujuh Maret, Sabtu (17/10/2020), mengatakan bahwa Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat.

“Tiga Armada ini diberikan ke Bumdes dan akan diberikan ke desa. Intinya pemerintah hadir untuk membantu masyarakat,” ungkap Klemens.

Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kewaaman.

Pantauan media ini, tiga unit armada kapal itu diterima secara langsung oleh Ketua BUMDes Tujuh Maret, Benediktus Lamapaha di Jembatan Titian (Jeti) desa Hadakewa.

Untuk Pengadaan Tiga Unit Armada Kapal Ikan ini, lanjut Klemens, bersumber dari anggaran desa tematik.

“Bantuan dari kabupaten sebesar 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) bersama penyertaan modal desa ke bumdes sebesar 128.900.000. (Seratus Dua Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) Totalnya 328. 900.000 (Tiga Ratus Dua Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah). Dua armada baru dan satu armada bekas. Kita sesuaikan dengan kondisi keuangan,” kata Klemens.

Dengan penyerahan tiga armada hari ini, kata Klemens, tentunya hasil akan masuk ke Bumdes.

“Nanti Bumdes yang akan mengelola aset yang ada. Jadi sistemnya itu ke Bumdes, Bumdes mengelola bersama para nelayan. Kita berikan armada ke Nelayan tersebut, bukan hibah, nanti dia bergulir. Sehingga ke depan dari tiga ini bisa menghasilkan armada yang lain,” jelasnya.

Sementara, Direktur Bumdes Tujuh Maret Hadakewa, Benediktus Lamapaha mengatakan bahwa, kegiatan sore hari ini merupakan puncak dari usaha selama ini.

Lanjutnya, ketika Mindset masyarakat nelayan agak sulit untuk diajak menghidupkan Bumdes, akhirnya solusi yang ditempuh adalah pengadaan armada.

“Ketika armada yang disiapkan merupakan penyertaan modal dari desa yang siap beroperasi sehingga kebutuhan yang berkaitan dengan produksi Bumdes bisa terpenuhi. Karena selama ini kami hanya mengharapkan nelayan yang hasil tangkapan sisa, sehingga kami agak kesulitan. Ketika kita sudah membuka pasar keluar, permintaan pasarnya sangat tinggi dan kami kesulitan bahan baku dalam hal ini ikan teri untuk diproduksi,” pungkasnya.

Penulis: Wilibaldus Kali

Editor: Jefri Tapobali

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

[addtoany]
[addtoany]