Ketua DPRD Kupang Sambangi Siswa Korban Tuduhan Palsu, Beri Dukungan dan HP untuk Belajar

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, menunjukkan kepeduliannya terhadap seorang siswa SD yang menjadi korban tuduhan palsu pencurian handphone di lingkungan sekolah.

Anak berinisial YA (9), murid SD Negeri Oehendak Maulafa, diketahui masih trauma dan enggan kembali bersekolah setelah peristiwa tersebut. Untuk memberikan dukungan moral, Richard Odja mendatangi langsung kediaman YA pada Kamis, 12 Februari 2026.

Beri Semangat dan Hadiah untuk Belajar

Dalam kunjungan itu, Richard menyempatkan diri berbincang santai dengan YA. Ia juga menyerahkan satu unit handphone yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar.

“Ini untuk belajar, pakai bermain juga boleh. Kamu harus sekolah lagi, kamu harus jadi anak yang pintar,” ucapnya memberi semangat.

Menurut Richard, yang menjabat Ketua DPRD periode 2024–2029, anak-anak yang mengalami tekanan mental tidak boleh dibiarkan menghadapi masalah sendirian. Dukungan dari orang dewasa sangat penting agar kepercayaan diri mereka kembali tumbuh.

“Semua anak harus dilindungi dan didampingi, apalagi saat mereka sedang dalam masa sulit. Jangan biarkan mereka sendiri,” tegasnya.

Koordinasi untuk Pendampingan

Politikus Partai Gerindra itu juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang agar YA mendapat pendampingan psikologis yang memadai.

Ia berharap langkah ini bisa membantu memulihkan kondisi mental sang anak sehingga berani kembali ke sekolah dan beraktivitas seperti biasa.

Sekolah Harus Jadi Zona Aman

Richard menilai peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus benar-benar menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak.

“Kejadian ini harus jadi pembelajaran bersama. Sekolah harus menjadi zona aman, tempat anak-anak merasa nyaman dan terlindungi,” ujarnya.

Ia berharap kasus serupa tidak terulang lagi di Kota Kupang. Bagi Richard, menjaga rasa aman dan kepercayaan diri anak adalah tanggung jawab bersama, agar pendidikan benar-benar menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang mereka

Komentar Anda?

Related posts