Koperasi NTT Didorong Naik Kelas, Workshop di Lasiana Tekankan Kolaborasi dan Profesionalisme

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Upaya mendorong koperasi agar naik kelas menjadi entitas yang sehat, profesional, dan mandiri terus digencarkan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Workshop Kiat-Kiat Sukses Mengelola Koperasi yang digelar di La Cove Lasiana, Kota Kupang, Rabu (15/4/2026).

Workshop ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, praktisi koperasi, hingga pelaku usaha. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas pengelolaan koperasi sekaligus membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, SPd, MPd menegaskan bahwa kolaborasi lintas koperasi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi bersama.

“Kolaborasi antar koperasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang kuat. Jika berjalan sendiri-sendiri, akan sulit berkembang secara maksimal,” tegas Linus.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Koperasi TLM yang dinilai telah mengambil langkah progresif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gerakan koperasi harus terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yusuf Leri Rupidara yang mewakili Gubernur NTT, menyoroti besarnya potensi koperasi di daerah ini.

“Secara keseluruhan, koperasi di NTT telah memiliki aset hingga triliunan rupiah dengan jumlah anggota mencapai sekitar 2 juta orang. Ini adalah modal sosial dan ekonomi yang sangat besar,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembelajaran tidak hanya bersumber dari keberhasilan, tetapi juga dari kegagalan. Ia mendorong agar ke depan digelar forum khusus yang membedah tantangan dan kegagalan dalam pengelolaan koperasi.

“Kita perlu ruang diskusi yang jujur, termasuk membahas kegagalan. Dari sana kita bisa belajar, mengidentifikasi persoalan, dan merumuskan solusi yang lebih tepat,” tambahnya.

Salah satu narasumber, Dickson Haba selaku Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Oepura, menyoroti peran strategis koperasi sebagai agregator dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan, koperasi yang dipimpinnya saat ini telah bermitra dengan puluhan SPPG atau dapur MBG di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Peran koperasi sebagai agregator sangat penting untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan baku bagi program MBG berjalan optimal,” jelasnya.

Dickson menekankan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan koperasi terletak pada profesionalisme dan kepercayaan (trust) yang dibangun dengan mitra. Hal itu, menurutnya, harus didukung dengan sistem pelaporan keuangan yang transparan dan berbasis digital.

“Kalau ingin berkembang, koperasi harus profesional dan mampu menjaga kepercayaan mitra. Salah satunya melalui laporan keuangan yang terdigitalisasi dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pada kegiatan selanjutnya turut melibatkan para pelaku MBG, yayasan, serta pengelola SPPG guna memperkuat sinergi antar pihak dalam ekosistem tersebut.

Workshop ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola koperasi di NTT. Dengan kolaborasi, profesionalisme, dan inovasi, koperasi diyakini mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi rakyat yang tangguh dan berdaya saing di tengah dinamika zaman.

Komentar Anda?

Related posts