Kunjungan PIA Ardhya Garini ke Dekranasda NTT, Perkuat Komitmen Lestarikan Tenun Ikat

  • Whatsapp

PORTALNTT.COM, KUPANG – Semangat pelestarian budaya lokal terus digaungkan di Nusa Tenggara Timur. Ibu Wakil Gubernur NTT, Vera Kristina Asadoma, menerima kunjungan resmi Ketua PIA Ardhya Garini Anak Ranting 002-03-3 Yon Arhanud 32 Pasgat, Eka Tunggul, bersama jajaran pengurus di Kantor Dekranasda, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman tentang kekayaan intelektual dan kearifan lokal NTT, khususnya di sektor kriya dan wastra tradisional.

Dalam pertemuan tersebut, Ny. Vera Kristina Asadoma menegaskan bahwa NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, terutama tenun ikat yang sarat makna filosofis dan identitas daerah. Ia menilai, kolaborasi lintas organisasi perempuan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah arus modernisasi.

“Wastra NTT bukan sekadar kain, tetapi representasi nilai, sejarah, dan jati diri masyarakat. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ny. Eka Tunggul menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai kunjungan ini membuka wawasan baru bagi para anggota PIA Ardhya Garini tentang pentingnya menjaga dan mempromosikan produk lokal.

“Kami sangat terinspirasi dengan kekayaan kriya NTT. Ke depan, kami berharap dapat turut ambil bagian dalam mempromosikan produk-produk lokal agar semakin dikenal luas,” ungkapnya.

Selain diskusi, rombongan juga berkesempatan melihat langsung berbagai produk unggulan Dekranasda NTT, mulai dari kain tenun, kerajinan tangan, hingga produk UMKM berbasis budaya lokal.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam mengembangkan serta mempromosikan warisan budaya NTT, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.

Dengan kolaborasi yang semakin erat, wastra dan kriya khas NTT diharapkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional, tanpa kehilangan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruhnya.

Komentar Anda?

Related posts