Krisis Dokter di Puskesmas Batutua, Pasien Taruhan Nyawa, Kadis Kesehatan Bungkam

  • Whatsapp

Penulis: Daniel Timu

Editor: Jefri Tapobali

PORTALNTT.COM, ROTE NDAO – Puskesmas Batutua yang harusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecamatan Rote Barat Daya, kini malah terkesan menjadi simbol gagalnya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan secara berkualitas bagi masyarakat.

Bagaimana tidak, dari informasi masyarakat, sejak bulan Desember Tahun 2024 lalu diketahui bahwa Puskesmas Batutua tak memiliki tenaga Dokter tetap guna memberikan pelayanan baik bagi masyarakat. Alhasil, pelayanan terkesan buruk harus dialami masyarakat.

Puncaknya terjadi pada 21 Juni 2025 lalu, ketika seorang ibu bersalin alami pendarahan hebat hingga nyaris meninggal yang diduga menjadi korban malpraktik akibat ketiadaan dokter dan kelalaian Nakes. Alat USG memang tersedia, tapi sia-sia tak bisa digunakan karena tidak ada dokter yang berwenang mengoperasikannya, hingga keselamatan pasien terancam begitu saja.

Kekurangan tenaga Dokter di Puskesmas Batutua ini diketahui dari salah seorang Nakes (Tenaga Kesehatan) di Puskesmas Batutua pun turut membenarkan kondisi tersebut.

Kepada media ini, Nakes yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan, menjelaskan bahwa sejak bulan Maret tahun 2025 sudah tidak ada dokter tetap di Puskesmas Batutua.

Hal tersebut dikarenakan adanya 2 orang dokter berstatus ASN yang saat ini tengah mengikuti Tugas Belajar. Sedangkan 2 orang dokter lainnya yang adalah Tenaga Kontrak Daerah tapi statusnya telah non aktif.

“Kita dulu punya dokter 4 orang, tapi yang PNS orang lagi Tugas Belajar, sedangkan 2 orang yang TKD sudah tidak aktif karna ada yang sudah lolos CPNS di Puskesmas lain,” jelas seorang Nakes pada media ini.

Nakes tersebut juga menjelaskan bahwa ketiadaan tenaga dokter tentu sangat menghambat pelayanan mereka bagi masyarakat.

“Kemarin kasus Ibu Bersalin, kita punya alat USG tapi tidak bisa dipakai karna yang berhak lakukan USG hanya dokter, sedangkan disini tidak ada dokter,” lanjut Nakes itu menjelaskan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH saat di mintai tanggapannya oleh media ini pada, Kamis (4/7/2025) menjelaskan bahwa dirinya telah memanggil para pejabat terkait, Yakni Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Sekda Rote Ndao dan juga Asisten Daerah Rote Ndao.

“Saya sudah panggil Kadis, Asisten dan Sekda, termasuk sudah ketemu dgn DPRD. Jadi saya besok akan tugaskan dokter-dokter ke sana,” Jelas Bupati Rote Ndao.

Lebih mengejutkan lagi, Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, dr. Nelly F Riwu, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp pada, Jumat (4/7/2025) justru memilih membantah fakta lapangan. Ia menepis kabar bahwa sejak Desember Puskesmas Batutua tanpa dokter adalah tidak benar. Namun juga memilih bungkam saat ditanya apakah saat ini sudah ada dokter yang ditempatkan.

“Sejak bulan Desember, itu tidak betul,” singkat dr. Nelly F Riwu pada media ini.

Kondisi yang memprihatinkan ini juga di khawatirkan menimbulkan keraguan bagi masyarakat sehingga apatis dan tak mau berobat berobat di Puskesmas Batutua.

Komentar Anda?

Related posts