PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – PT Bank Pembanggunan Daerah NTT atau Bank NTT resmi melaunching logo HUT Bank NTT ke-61.

Kegiatan launching itu dipimpin langsung Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho didampingi Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Semuel Melianus Adoe, Direktur Dana dan Treasury Bank NTT, Yohanis Landu Praing dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu di Kantor Pusat Bank NTT, Senin (26/6/2023).
Turut hadir, para Kepala Divisi, Pimpinan-pimpinan cabang dan kepala-kepala kantor kas yang mengikutinya melalui aplikasi zoom meeting.
Direktur Utama Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, memaknai HUT ke-61 Bank NTT dilakukan refleksi dalam transformasi yang dilakukan dan ditemukan hal-hal penting untuk melakukan repositioning tugas, tanggungjawab, visi misi sebagai BPD NTT.
“Tagline Bank NTT Membumi memberikan dorongan dan motivasi sehingga kita sebagai internal Bank NTT bisa melihat dimana tempat kita bekerja, dimana wilayah kita bekerja, siapa yang ada dalam wilayah kerja kita, sehingga menggali kedalaman kemitraan, menggali kedalaman potensi, menggali kedalaman fondasi untuk nanti kita bertunas, bertumbuh bahkan bisa berbuah karena kita memiliki akar, fondasi yang kuat sehingga dalam masa-masa pertumbuhan ketika kita menjalani pergantian musim, pergantian tempat tanam, siklus, evolusi bahkan revolusi seperti krisis yang pernah terjadi, dan akan terjadi, kekuatan fundamental Bank NTT sebagai Bank Pembanggunan Daerah benar-benar terikat kuat dalam fondasi pembangunan ekonomi di NTT,” ungkap Alex Riwu Kaho sapaan akrab Dirut Bank NTT.
Menurutnya tema dan logo HUT ke-61 Bank NTT Membumi tidak saja fundamental struktur perbankannya kuat tetapi dalam fungsi intermediasi kedalaman potensi, kedalaman pasar, kedalaman manfaat yang menjadi bagian dari pekerjaan-pekerjaan besar seluruh komponen Bank NTT.
“Kita dengan kekuatan yang kita lakukan saat ini Bank NTT membumi tetapi kita memiliki harapan setinggi bintang. Bintang harus terus memberikan cahaya dan bintang juga memberikan beberapa pengertian, pertama bisnis oriented. Siapaun kita di Bank NTT wajib memiliki mindset, perspektif bisnis oriented. Bisnis oriented ditunjang oleh hal-hal yang berbasis integritas yang dapat dipercaya, dapat diandalkan. Dan juga ditopang oleh networking. Networking yang diperluas dalam membangun NTT itu tidak bisa kita sendiri. Networking menjadi kekuatan jejaring untuk sinergitas, kolaborasi bisa terus kita lakukan secara benar,” jelas Riwu Kaho.
Lebih lanjut dikatakan Riwu Kaho, setelah Networking harus diperkuat dengan team work. Karena itu kekuatan-kekuatan sumber daya dalam networking diakselerasi dalam team work yang harus mampu beradaptasi dengan setiap perubahan-perubahan yang terjadi.
“Bisnis oriented, integritas, networking, team work, adaptasi, kita akan terus bertumbuh dengan new technologi yang berkelanjutan. Bintang memberikan inspirasi sehingga harapan kita memiliki cahaya yang bisa menjadi panduan pencapaian-pencapaian kerja yang kita lakukan,” tandasnya.
“Membumi juga secara bisnis, baik bisnis di bidang kredit maupun dana. Ada transformasi produk yang kita lakukan, penguatan fundamental kerjasama dan networking yang nantinya kita berharap di sisi IT ada blue print IT, di sisi SDM ada blue print SDM, sisi bisnis mikro kecil mudah-mudahan nanti kita bisa menghasilkan blue print mikro kecil yang jadi panduan bagi sustanaibility bisnis Bank NTT,” sambungnya.
Oleh karena itu Dirut Alex Riwu Kaho mengajak seluruh insan Bank NTT, memberikan pikiran-pikiran cerdas, kerja-kerja cerdas untuk menyusun blue print mikro kecil bagi membuminya Bank NTT di perekonomian kerakyatan, gotong royong.
Sementara itu, ketua panitia HUT ke-61 Bank NTT, Janet A. Wie Lawa mengatakan dalam momentum HUT ke-61 Bank NTT akan membumi bersama para pedangang di pasar tradisional.
“Untuk di Kota Kupang, pasar yang menjadi tujuan kegiatan membumi Bank NTT yakni Pasar Kasih, Pasar Oeba, Pasar Oebobo dan Pasar Oesapa. Kegiatan yang sama juga akan dilakukan oleh cabang-cabang di pasar di wilayah mereka,” ungkap Janet.
Menurut Janet, di pasar ada kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan yaitu sosialisasi kredit merdeka dan sanitasi.
“Selain itu kita jalin kerjasama, minimal di setiap pasar itu ada merchant QRIS sama agen-agen Bank NTT. Jadi kita fokus di UMKM. Kita juga melakukan aksi sosial pembersihan pasar dan memberikan bantuan untuk penanganan stunting berkoordinasi dengan posyandu-posyandu,” jelas Janet.







